Waskita Karya Raih Kontrak Baru Terkait Pengendalian Banjir


Jakarta - PT Waskita Karya (Waskita) Tbk meraih kontrak baru senilai Rp460 miliar untuk pembangunan pengendalian banjir dan rob Sungai Loji-Banger Paket I.

“Waskita telah menandatangani kontrak untuk pengerjaan pengendalian banjir dan rob Sungai Loji-Banger Paket I di Pekalongan dengan nilai Rp460 miliar,” kata Direktur Operasi II Waskita Bambang Rianto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/10).

Menurut Bambang, nantinya proses pengerjaan ini akan memakan waktu 720 hari kalender. Mulai 30 September 2021 hingga 3 Oktober 2023.

Penunjukan ini setelah selesainya proses pengadaan jasa kontruksi dan konsultasi serta sudah diterbitkanya Surat Penunjukan Penyedia Paket Pekerjaan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Lokasi pengerjaan berada di Trase Tanggul di Sungai Loji, Kota Pekalongan. Penunjukkan Waskita ini tertuang dalam perjanjian kontrak yang ditandatangani Perseroan yang diwakili oleh Senior Vice President Infrastructure I Division, I Nyoman Agus Pastima dan disaksikan oleh Director of Operation II Bambang Rianto.

Pada proyek ini ada 13 lingkup pekerjaan yang dikerjakan Waskita yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan sistem manajemen keselamatan konstruksi, pekerjaan cofferdam, pekerjaan kolam retensi dan kolam tambat kapal. Lalu kolam retensi bagian kiri, pekerjaan parapat kemudian bangunan pelimpah dan jembatan penyeberangan.

"Perseroan juga mengerjakan pekerjaan bangunan utama atau bendung gerak, lalu jalan menuju bendung kemudian pintu bendung gerak, bangunan rumah pompa, mekanikal elektrikal, dan regulator gate," terang Bambang.

Ia berharap dengan dibangunnya pengendalian banjir dan rob ini bisa mencegah terjadinya banjir dan rob di wilayah Pekalongan.

“Mudah-mudahan apa yang kita bangun bermanfaat untuk masyarakat Pekalongan. Agar Pekalongan bebas dari banjir apalagi sering terjadi pasang surut air laut, elevasi kawasan lebih rendah daripada elevasi muka air, dan penurunan tanah,” ujarnya (ANT).


Penulis : Irwen