Search:
Monday, Sep-21 2020 07:45 WIB
  • AGRI 1,171.730 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 724.950 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 447.460 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 5,059.220 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 1,884.330 0.000 (0.000%)
  • DBX 933.730 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,093.790 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 135.370 0.000 (0.000%)
  • IDX30 427.200 0.000 (0.000%)
  • IDX80 111.510 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 284.630 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 118.400 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 382.900 0.000 (0.000%)
  • IDXQ30 125.350 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 215.540 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 243.740 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 105.040 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 803.620 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 838.080 0.000 (0.000%)
  • Investor33 371.180 0.000 (0.000%)
  • ISSI 148.060 0.000 (0.000%)
  • JII 539.110 0.000 (0.000%)
  • JII70 182.680 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 996.600 0.000 (0.000%)
  • LQ45 780.320 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,205.730 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,404.610 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,370.430 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 866.530 0.000 (0.000%)
  • MNC36 278.840 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 265.580 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 347.880 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 242.360 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 313.430 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 5,059.220 0.000 (0.000%)
  • TRADE 636.530 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
OJK Buka Opsi Perpanjangan Restrukturisasi Kredit Perbankan
Published: 4 Aug 2020 15:41 WIB


IMQ, Jakarta —  Otoritas Jasa Keuangan memberikan ruang untuk memperpanjang waktu restrukturisasi kredit sektor perbankan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Winboh Santoso mengatakan, peraturan OJK Nomor 11 Tahun 2020 sangat membantu para debitur perbankan agar debitur tidak langsung diklasifikasikan menjadi non performing, meskipun mengalami kendala dalam membayar suku bunga dan pokoknya.

Dengan demikian, peraturan tersebut memberikan ruang yang cukup lebar bagi industri perbankan dan debitur untuk dapat tumbuh bersama-sama di tengah pandemi Covid-19.

“Bagi pengusaha yang ingin tumbuh, kita masih kasih tuang sampai dengan yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, perpanjangan POJK Nomor II ini dimungkinkan,” tutur Wimboh dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (4/8).

Kendati demikian, OJK terus memantau perkembangan kemampuan debitur dalam menyelesaikan kewajibannya kepada perbankan hingga akhir tahun ini. Tujuan pemantauan tersebut adalah untuk mengetahui berapa banyak debitur yang bangkit maupun tidak dalam kondisi sekarang ini.

“Mudah-mudahan debitur bisa bangkit, sehingga semua bisa memanfaatkan perpanjangan POJK ini. Oleh sebab itu, kami akan berembuk dengan industri perbankan untuk mengetahui hal tersebut,” tegasnya.

Ditambahkannya, OJK dan industri perbankan terus memonitor perkembangan kredit di lapangan. Per 20 Juli 2020, kredit yang direstrukturisasi dengan memanfatkan POJK tersebut mencapai Rp784,36 triliun dengan jumlah nasabah 6,73 juta individu maupun perusahaan.

Dari jumlah tersebut, sektor UMKM tercatat sekitar Rp330,27 triliun untuk 5,38 juta nasabah. Sedangkan, non UMKM sebesar Rp454,09 triliun untuk 1,34 juta nasabah. Adapun, restrukturisasi perusahaan pembiayaan tercatat sekitar Rp151,01 triliun terhadap 4 juta kontrak pembiayaan.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS