Search:
Wednesday, Jan-27 2021 08:40 WIB
  • AGRI 1,377.760 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 969.660 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 526.590 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,140.170 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 1,794.780 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,202.230 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,407.410 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 182.050 0.000 (0.000%)
  • IDX30 520.230 0.000 (0.000%)
  • IDX80 139.250 0.000 (0.000%)
  • IDXBASIC 1,348.140 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 408.870 0.000 (0.000%)
  • IDXCYCLIC 730.270 0.000 (0.000%)
  • IDXENERGY 770.320 0.000 (0.000%)
  • IDXESGL 143.850 0.000 (0.000%)
  • IDXFINANCE 1,370.760 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 142.180 0.000 (0.000%)
  • IDXHEALTH 1,311.300 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 459.050 0.000 (0.000%)
  • IDXINDUST 976.430 0.000 (0.000%)
  • IDXINFRA 859.870 0.000 (0.000%)
  • IDXNONCYC 774.790 0.000 (0.000%)
  • IDXPROPERT 900.750 0.000 (0.000%)
  • IDXQ30 148.960 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 277.160 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 347.620 0.000 (0.000%)
  • IDXTECHNO 1,841.170 0.000 (0.000%)
  • IDXTRANS 902.650 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 138.220 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 1,055.230 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,007.240 0.000 (0.000%)
  • Investor33 446.480 0.000 (0.000%)
  • ISSI 180.130 0.000 (0.000%)
  • JII 636.550 0.000 (0.000%)
  • JII70 222.130 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,238.450 0.000 (0.000%)
  • LQ45 966.880 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,343.900 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,689.510 0.000 (0.000%)
  • MINING 2,010.100 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,116.430 0.000 (0.000%)
  • MNC36 329.300 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 325.300 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 373.200 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 310.990 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 381.520 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,140.170 0.000 (0.000%)
  • TRADE 795.110 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Kinerja Chandra Asri di Tengah Pandemi COVID-19
Published: 10 Jul 2020 10:09 WIB


IMQ, Jakarta —  Pandemi COVID-19 tidak berpengaruh terhadap kinerja produksi emiten di sektor petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Operasional perusahaan dengan kode emiten TPIA masih berjalan normal, tetapi tetap melaksanakan protokol kesehatan dan keselamatan baik dari pemerintah maupun perusahaan.

Peningkatan permintaan bahan baku PP PE untuk membuat alat pelindung diri (APD) dan masker medis membuat produksi dari perseroan terus bertambah.

Selain itu, pada proses penjualan tidak terdapat halangan signifikan meskipun diterapkannya pembatas sosial berskala besar (PSBB). Hal itu dikarenakan kebutuhan logistik dan transportasi untuk produk-produk yang dibutuhkan perseroan masih berjalan.

Perseroan menargetkan produksi non woven Polypropylene (PP) sebesar 30 kilo ton sampai 40 kilo ton per tahun pada 2020. Emiten berkapitalisasi pasar Rp123,5 triliun itu memiliki kapasitas produksi PP sebesar 590 kilo ton per tahun dengan kode HS35NW.

Di sisi lain, belum lama ini TPIA berhasil mendapatkan fasilitas pinjaman berjangka senilai US$70 juta dari PT Bank Permata Tbk. (BNLI) untuk mendanai general corporate purpose, termasuk capital expenditure (capex).

Sedangkan analis Artha Sekuritas, Nugroho Rahmat Fitriyanto, melihat prospek TPIA cukup bagus. Pasalnya, saat ini produsen petrokimia dalam negeri hanya mampu mencukupi 40% dari kebutuhan dalam negeri dan sisanya masih diimpor.

"Indonesia masih mengimpor 20% olefin seperti ethylene dan propylene, sedangkan sekitar 50% kebutuhannya dipenuhi dari TPIA, sementara untuk polyolefin seperti polyethylene dan polypropylene lebih dari 50% masih impor," katanya.

Secara fundamental, menurut Nugroho, neraca keuangan TPIA masih sangat sehat dengan level net gearing negatif atau net cash. Hanya saja, untuk profitabilitasnya memang sedang tertekan. Dimana tren marjin produk turunan petrokimia saat ini sedang mengalami kontraksi didorong oleh banyaknya penambahan kapasitas terpasang di global terutama dari Asia.

"Pergerakan saham TPIA akan banyak terpengaruh oleh feedstock, yakni naptha. Naptha sendiri merupakan turunan dari crude oil, atas dasar hal ini, maka volatilitas yang signifikan dari harga minyak dunia dapat berpengaruh signifikan dalam jangka pendek untuk pergerakan sahamnya," papar Nugroho.
Author: Indra BP
-
POPULAR NEWS