Search:
Tuesday, Aug-4 2020 08:58 WIB
  • AGRI 1,132.920 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 729.440 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 449.290 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 5,006.220 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 1,844.750 0.000 (0.000%)
  • DBX 931.480 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,104.880 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 134.890 0.000 (0.000%)
  • IDX30 422.630 0.000 (0.000%)
  • IDX80 110.070 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 278.030 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 117.180 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 380.990 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 207.190 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 239.090 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 97.760 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 813.250 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 871.180 0.000 (0.000%)
  • Investor33 371.890 0.000 (0.000%)
  • ISSI 146.040 0.000 (0.000%)
  • JII 539.250 0.000 (0.000%)
  • JII70 180.870 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,000.470 0.000 (0.000%)
  • LQ45 774.370 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,196.330 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,388.300 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,339.650 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 879.860 0.000 (0.000%)
  • MNC36 281.630 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 260.420 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 289.410 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 242.910 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 314.670 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 5,006.220 0.000 (0.000%)
  • TRADE 608.530 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Percepat Produksi Ventilator, Pemerintah Pastikan Dukungan Regulasi
Published: 30 Apr 2020 16:49 WIB


IMQ, Jakarta —  Pemerintah terus melakukan koordinasi dan memberikan dukungan kepada perguruan tinggi yang sedang melakukan proses produksi ventilator atau alat bantu pernapasan untuk membantu penanganan pasien COVID-19.

"Pada prinsipnya, kami sangat terbuka dan mendukung tim perguruan tinggi yang saat ini sedang melakukan proses produksi ventilator. Dukungan yang diberikan pemerintah dari sisi regulasi maupun pemberian alat bantu uji sehingga ventilator segera diproduksi," kata Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Taufiek Bawazier di Jakarta, Kamis (30/4).

Taufiek meminta ventilator yang nantinya diproduksi dapat sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Hal terpenting dalam produksi ventilator ini adalah kesesuaian dengan standar dan parameter yang ditentukan oleh Badan Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kemenkes," paparnya.

Dari laporan yang diterima, kendala yang dihadapi oleh tim adalah ketersediaan komponen yang sebagian besar masih harus diimpor. Terkait dengan hal ini, pemerintah telah mengeluarkan Perpres No. 58/2020 tentang penataan dan penyederhanaan izin impor.

"Diharapkan regulasi ini dapat digunakan dan membantu tim dari perguruan tinggi dalam melakukan impor komponen-komponen yang dibutuhkan untuk memproduksi ventilator," ujar Taufiek.

Perkembangan pembuatan ventilator yang dilakukan tim dari berbagai perguruan tinggi memperlihatkan hasil yang cukup positif. Salah satunya oleh Tim Jogja yang terdiri dari Universitas Gadjah Mada, PT Yogya Presisi Teknitama Industri (YPTI), STECHOQ, dan Swayasa Prakarsa.

Tim Jogja mengembangkan Ventilator Type-Rapid Deploy/ Ambu Conversion Kit yang akan mulai diproduksi massal pada minggu ketiga Mei 2020 dengan kapasitas produksi 30 unit per hari. Kemudian, Ventilator Type-High End ICU yang akan mulai diproduksi pada awal Juni sebanyak 15 unit per hari.

"Tim sedang melakukan pengembangan Ventilator Type-HFNC emergency dengan kapasitas produksi sebanyak 20 unit per hari," tutur Taufiek.

Sebagai tambahan, tim tersebut sedang melakukan penjajakan kerjasama produksi dengan PINDAD Persero.

Tim lain seperti Universitas Indonesia (UI) saat ini sedang mempersiapkan uji klinis terhadap ventilator produksinya. Uji klinis akan dilakukan bekerja sama dengan Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran UI. Selain itu, tim ini juga sedang melakukan penjajakan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta untuk memproduksi ventilator.

Selanjutnya, tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) sedang mengembangkan ventilator jenis stationary dan transportable ventilator. Kedua jenis ventilator tersebut sedang dalam persiapan akhir untuk pengujian di BPFK Surabaya. Saat ini, Tim ITS sedang mencari mitra industri untuk produksi massal dengan kapasitas produksi 30 sampai 40 unit sehari.

Sementara itu, ventilator Vent-I yang diproduksi tim Institut Teknologi Bandung (ITB) telah memperoleh perkembangan yang signifikan. Pada 22 April lalu, Vent-I telah lolos uji di BPFK Jakarta dan akan diuji klinis sebelum nantinya dapat diproduksi secara massal.
Author: Indra BP
-
POPULAR NEWS