Search:
Wednesday, Jul-8 2020 08:40 WIB
  • AGRI 1,049.820 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 754.470 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 445.460 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 4,987.080 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 1,808.080 0.000 (0.000%)
  • DBX 913.700 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,079.660 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 135.780 0.000 (0.000%)
  • IDX30 422.780 0.000 (0.000%)
  • IDX80 109.770 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 283.980 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 117.730 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 378.300 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 206.020 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 240.740 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 97.240 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 793.070 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 900.560 0.000 (0.000%)
  • Investor33 368.040 0.000 (0.000%)
  • ISSI 147.300 0.000 (0.000%)
  • JII 546.430 0.000 (0.000%)
  • JII70 181.790 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 996.690 0.000 (0.000%)
  • LQ45 775.900 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,194.780 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,386.060 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,286.830 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 874.680 0.000 (0.000%)
  • MNC36 282.300 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 254.060 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 318.060 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 244.290 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 311.380 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 4,987.080 0.000 (0.000%)
  • TRADE 605.830 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Eastspring: RDPT Menjadi Pilihan di Tengah Ketidakpastian
Published: 10 Mar 2020 11:24 WIB


Dok. Instagram Eastspring Investment
IMQ, Jakarta —  Eastspring Investments Indonesia menyatakan, menyukai aset alokasi pendapatan tetap dibandingkan saham di tengah ketidakpastian dari global dan domestik.

“Sejak akhir bulan lalu kami sudah menempatkan strategi underweight pada kelas asset saham dan melakukan penempatan kas yang cukup banyak,” demikian tim Eastspring Investments diterima IMQ, Selasa (10/3).

Ditambahkannya, reksadana saham Eastspring sebagian besar berinvestasi pada sektor yang secara jangka panjangnya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, seperti sektor perbankan. Selain itu, portofolio juga bersandar pada sektor – sektor defensif yang cenderung tahan banting, seperti sektor berbasis konsumsi, kesehatan dan komunikasi.

“Dalam hal pemilihan saham, kami memilih saham-saham yang berfundamental baik dan punya pendanaan yang kuat,” tambahnya.

Tim riset menguraikan, dalam jangka panjang kondisi ekonomi Indonesia masih cukup baik dibandingkan negara lainnya. Kondisi makroekonomi Indonesia masih cukup kuat dan stabil di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Komponen konsumsi domestik diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi kedepannya. Pada tahun ini, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5% serta laba perusahaan akan tumbuh 11,1%.

“Koreksi yang dalam akan memberikan kesempatan beli dan akumulasi yang baik,” ucapnya.

Pada hari Senin (9/3), Bursa Indonesia melanjutkan terkoreksi cukup dalam atau sebanyak 6,6% ke level 5.137 yang merupakan level terendah dalam 3 tahun terakhir. Penurunan tersebut merupakan penurunan harian terdalam dalam 8,5 tahun terakhir.

Bahkan, seluruh bursa dunia cukup tertekan pada perdagangan kemarin yang dipicu oleh menurunnya harga minyak sedalam 26% ke level $33,32/barrel akibat dari ketidaksepakatan antara OPEC dan Rusia mengenai jumlah produksi. Alhasil Arab Saudi memangkas harga jual minyak dan mempersiapkan peningkatan produksi yang akhirnya memicu kekhawatiran akan terjadinya perang harga.

“Tekanan geopolitik tersebut telah menambah penurunan pasar saham global yang sebelumnya terlebih dahulu dipicu oleh virus Corona yang mengancam perlambatan ekonomi dunia,” terangnya.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS