Search:
Sunday, Jan-19 2020 01:44 WIB
  • AGRI 1,425.950 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 960.420 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 564.300 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,104.310 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,089.840 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,363.870 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 178.800 0.000 (0.000%)
  • IDX30 559.650 0.000 (0.000%)
  • IDX80 143.830 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 388.520 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 145.290 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 504.610 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 254.520 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 317.230 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.520 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 1,043.150 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,100.550 0.000 (0.000%)
  • Investor33 473.860 0.000 (0.000%)
  • ISSI 185.090 0.000 (0.000%)
  • JII 694.470 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.290 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,284.800 0.000 (0.000%)
  • LQ45 1,025.810 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,473.920 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,760.970 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,547.190 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,241.480 0.000 (0.000%)
  • MNC36 355.020 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 324.170 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 491.690 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 321.200 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 404.490 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • TRADE 758.690 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Menghitung Potensi Bisnis Japfa di 2020
Published: 6 Jan 2020 07:15 WIB


IMQ, Jakarta —  PT Japfa Confeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatat pendapatan sebesar Rp27,2 triliun atau naik 7,2% sepanjang sembilan bukan pertama di 2019. Capaian tersebut sejalan dengan perkiraan Samuel Sekuritas.

Meskipun pendapatan meningkat, marjin laba kotor (GPM) turun 487 bps yoy menjadi 17,4%, dibandingkan GPM periode serupa tahun lalu berada di level 22,2%. Hingga periode yang berakhir September 2019, kontribusi segmen broiler merupakan yang terbesar dengan kontribusi sebesar 39,0% terhadap total pendapatan, diikuti dengan segmen pakan dengan kontribusi sebesar 37,3%.

Untuk kuartal III 2019, pendapatan meningkat sebesar 3,5% yoy menjadi Rp8,9 triliun namun turun 7,7% qoq.  Sedangkan laba bersih kuartal III 2019 turun 62,1% yoy menjadi Rp214 miliar dan turun 58,8% qoq.

Pada kuartal III 2019, segmen broiler dan DOC menekan laba bersih perusahaan. Segmen broiler mencatatkan pelemahan OM sebesar 5,7% atau turun 236 bps, dibandingkan kuartal II tahun yang sama di level 3,3%. Meskipun segmen DOC di kuartal III membukukan OM yang positif, namun OM tersebut turun 1.802 bps menjadi 0,3%, dari OM kuartal II yang berada pada level 18,3%.

Hal ini disebabkan rendahnya harga jual broiler dan DOC yang merupakan dampak dari kondisi oversupply. Harga jual rata-rata broiler pada kuartal III turun 10,2% QoQ menjadi Rp14.996. Sedangkan, harga jual rata-rata DOC pada kuartal tersebut turun 17,6% WiQ menjadi Rp3.737.

“Dengan dukungan pemerintah untuk menstabilkan harga jual ayam dan DOC melalui program culling, kami memproyeksikan OM kuartal IV segmen broiler akan naik 448 bps menjadi 1,2%, dari OM kuartal III di level 5,7%. Sedangkan OM kuartal IV segmen DOC, kami proyeksikan akan naik 923 bps, menjadi 9,5%,” terangnya.

Samuel meyakini JPFA mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatan sebesar 9,5% dengan laba bersih yang naik 22,5% seiring pemerintah yang lebih proaktif untuk menstabilkan harga jual ayam dan DOC sepanjang tahun ini.

Analis Samuel Sekuritas Calista Riva memperkirakan harga jual broiler akan berada di kisaran harga Rp19.000-Rp21.500 seiring pemerintah terbilang proaktif untuk menstabilkan harga melalui program culling sepanjang tahun ini.

“Program culling tersebut, kami proyeksikan akan memperbaiki operating margin (OM) 2020 perusahaan yang naik 75 bps yoy menjadi 9,13%,” ucap Calistta melalui risetnya.

Selain itu, ia meyakini perusahaan mampu mengantisipasi kenaikan harga jagung dengan tersedianya silo dan pengering jagung yang dimiliki perusahaan, sehingga perusahaan dapat membeli dalam jumlah banyak pada saat panen raya dengan harga yang rendah dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama.

“Terlebih lagi, tren penurunan harga soybean meal sebagai komponen bahan baku pembuatan pakan ternak kami perkirakan akan berlanjut, sehingga kami memproyeksikan bottom line perusahaan tahun ini mampu tumbuh 22,5% yoy menjadi Rp2,1 triliun atau EPS sebesar Rp180,” paparnya.

“Dengan potensi pertumbuhan tersebut, kami merekomendasikan beli, dengan target harga Rp1.950 yang merefleksikan PE 15 kali di 2020,” katanya.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS