Search:
Sunday, Jan-19 2020 01:04 WIB
  • AGRI 1,425.950 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 960.420 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 564.300 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,104.310 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,089.840 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,363.870 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 178.800 0.000 (0.000%)
  • IDX30 559.650 0.000 (0.000%)
  • IDX80 143.830 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 388.520 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 145.290 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 504.610 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 254.520 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 317.230 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.520 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 1,043.150 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,100.550 0.000 (0.000%)
  • Investor33 473.860 0.000 (0.000%)
  • ISSI 185.090 0.000 (0.000%)
  • JII 694.470 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.290 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,284.800 0.000 (0.000%)
  • LQ45 1,025.810 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,473.920 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,760.970 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,547.190 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,241.480 0.000 (0.000%)
  • MNC36 355.020 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 324.170 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 491.690 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 321.200 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 404.490 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • TRADE 758.690 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
2020 Sampoerna Agro Targetkan Volume Produksi TBS Tumbuh 5%
Published: 26 Dec 2019 11:37 WIB


IMQ, Jakarta —  Tahun depan, PT Sampoerna Agro Tbk menargetkan volume produksi Tanda Buah Segar (TBS) dari perkebunan inti masih bisa tumbuh 5% dibanding volume produksi TBS dari kebun inti tahun ini yang diproyeksikan mencapai 1,40 juta ton.

"Target produksi TBS perseroan pada tahun depan sekitar 1,47 juta ton," kata Head of Investor Relations and Public Relations PT Sampoerna Agro, Michael Kesuma, di Jakarta, Kamis (26/12).

Keputusan untuk terus memacu volume produksi perusahaan dengan kode emiten SGRO ini didorong oleh tren harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang diproyeksikan akan terus membaik pada tahun depan.

Michael mengungkapkan, tren perbaikan harga CPO di tahun 2020 didorong oleh tren persediaan dan konsumsi yang ada pada tahun depan. Mengutip data Oil World, manajemen mengatakan tingkat persediaan sawit dunia berpotensi mengalami penurunan hingga sebesar 2 juta ton sampai 3 juta ton hingga September 2020.

"Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya yakni seperti tingkat penanaman baru (new planting) yang terus mengalami penurunan signifikan pada beberapa dekade terakhir serta pemupukan yang kurang memadai pada dua tahun terakhir pada industri sawit secara umum," ujarnya.

Selain itu, faktor kekeringan yang terjadi pada sembilan bulan pertama 2019 juga diduga akan berdampak negatif terhadap produksi di tahun 2020. Di sisi lain, tren konsumsi sawit diduga akan mengalami kenaikan pada saat yang bersamaan di tahun 2020 nanti dan didorong adanya peningkatan konsumsi di China dan India serta penerapan program B30 di Indonesia.
Author: Indra BP
-
POPULAR NEWS