Search:
Sunday, Jan-19 2020 01:13 WIB
  • AGRI 1,425.950 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 960.420 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 564.300 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,104.310 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,089.840 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,363.870 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 178.800 0.000 (0.000%)
  • IDX30 559.650 0.000 (0.000%)
  • IDX80 143.830 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 388.520 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 145.290 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 504.610 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 254.520 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 317.230 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.520 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 1,043.150 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,100.550 0.000 (0.000%)
  • Investor33 473.860 0.000 (0.000%)
  • ISSI 185.090 0.000 (0.000%)
  • JII 694.470 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.290 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,284.800 0.000 (0.000%)
  • LQ45 1,025.810 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,473.920 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,760.970 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,547.190 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,241.480 0.000 (0.000%)
  • MNC36 355.020 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 324.170 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 491.690 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 321.200 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 404.490 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • TRADE 758.690 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Superkrane Bidik Pertumbuhan Pendapatan 20% di 2020
Published: 19 Dec 2019 09:59 WIB


IMQ, Jakarta —  PT Superkrane Mitra Utama Tbk menargetkan pertumbuhan pendapatan pada tahun depan sekitar 10-20%.

“Dan, tampaknya akhir tahun ini perseroan bisa mencapai target hingga 20% dari tahun sebelumnya,” kata manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (19/12).

Menurut dia, rencana pencapaian pertumbuhan tersebut ditopang oleh beberapa proyek yang sudah diperoleh perseroan untuk tahun depan, seperti proyek LRT, MRT, pelabuhan darat dan laut, PLTU di Palembang dan Gresik, pabrik chemical, serta lainnya.

Untuk mendukung rencana tersebut, perseroan berencana menganggarkan belanja modal sekitar Rp150 miliar.

“Capex untuk tahun depan memang khusus untuk alat berat saja secara mayoritas,” ucapnya.

Perseroan berencana membeli alat berat baru sekitar 13 set unit dengan total harga sebesar Rp131 miliar. Terdiri dari crane, multi axle, dan kepala truk atau prime mover. Multi axle akan digunakan untuk mobilisasi gerbong LRT.

Lebih jauh diungkapkannya, ada dua katergori dalam penguasaan pasar perseroan, yakni secara kritikal dan non kritikal. Secara kritikal adalah untuk proyek-proyek besar yang menggunakan crane kapasitas besar, dan pansa pasar kritikal sekitar 20%.

“Tetapi untuk target pertambahan pasar itu, kami tidak ada target karena di luar kontrol perseroan dan bergerak terus. Tetapi tentunya kita akan tetap mempertahankan market share yang sudah ada dan apabila bisa dikembangkan 2-3% lai itu akan positif,” ungkapnya.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS