Search:
Sunday, Jan-19 2020 00:49 WIB
  • AGRI 1,425.950 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 960.420 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 564.300 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,104.310 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,089.840 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,363.870 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 178.800 0.000 (0.000%)
  • IDX30 559.650 0.000 (0.000%)
  • IDX80 143.830 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 388.520 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 145.290 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 504.610 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 254.520 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 317.230 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.520 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 1,043.150 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,100.550 0.000 (0.000%)
  • Investor33 473.860 0.000 (0.000%)
  • ISSI 185.090 0.000 (0.000%)
  • JII 694.470 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.290 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,284.800 0.000 (0.000%)
  • LQ45 1,025.810 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,473.920 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,760.970 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,547.190 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,241.480 0.000 (0.000%)
  • MNC36 355.020 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 324.170 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 491.690 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 321.200 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 404.490 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • TRADE 758.690 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Melihat Kinerja Astra Agro Lestari
Published: 18 Dec 2019 11:00 WIB


IMQ, Jakarta —  PT Astra Agro Lestri Tbk (AALI) diproyeksikan masih menghadapi tekanan dari sisi harga jual komoditas dan volume produksi.

Tekanan tersebut bakal memicu kinerja keuangan perseroan jauh di bawah ekspektasi semula untuk tahun ini.

Hingga September 2019, perseroan membukukan penurunan pendapatan sebesar 10% dari Rp 13,76 triliun menjadi Rp 12,38 triliun. Sedangkan laba bersih anjlok 90,1% dari Rp 1,12 triliun menjadi Rp 111,2 miliar.

Anjloknya laba bersih sejalan dengan penurunan dalam margin keuntungan bersih dari 8% menjadi 1%. Laba tersebut juga dipengaruhi atas rendahnya harga jual komoditas perseroan selama Sembilan bulan tahun ini.

Perolehan laba bersih tersebut jauh di bawah perkiraan Danareksa Sekuritas dan konsensus analsi. Berdasarkan perkiraan Danareksa Sekuritas bahwa perolehan laba bersih tersebut hanya merefleksikan 48,6% dari total target laba bersih tahun ini sebelum revisi.

Sedangkan berdasarkan perkiraan konsensus analis bahwa realisasi tersebut hanya merefleksikan 19,7% dari total target konsensus tahun ini.

"Rendahnya realisasi kinerja keuangan Astra Agro hingga September 2019 mendorong kami untuk memangkas target kinerja keuangan hingga akhir tahun 2019 dan 2020. Penyesuaian estimasi kinerja juga didasarkan atas pemangkasan target produksi dan harga jual komoditas perseroan sepanjang tahun ini," kata analis Danareksa Sekuritas, Andreas Kenny, dalam risetnya.

Danareksa Sekuritas memangkas turun target raihan laba bersih Astra Agro menjadi Rp 156 miliar tahun ini, dibandingkan perkiraan semula senilai Rp 440 miliar. Sedangkan perkiraan pendapatan direvisi turun sebesar 5,1% dari Rp 18,62 triliun menjadi Rp 17,67 triliun.

Revisi turun juga diberikan untuk target laba bersih Astra Agro tahun 2020 dari Rp1,20 triliun menjadi Rp887 miliar. Adapun proyeksi pendapatan direvisi turun dari Rp 21,06 triliun menjadi Rp 20,15 triliun.

Tahun lalu, perseroan meraih pendapatan dan laba bersih masing-masing Rp19,08 triliun dan Rp1,43 triliun. Pemangkasan target kinerja keuangan juga dipengaruhi atas ekspektasi penurunan volume produksi tandan buah segar (TBS) sawit dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) perseroan tahun 2019 dan 2020.

Danareksa Sekuritas menurunkan perkiraan produksi TBS dari 9,08 juta ton menjadi 8,60 juta ton. Begitu juga dengan produksi TBS tahun 2020 direvisi turun dari 9,31 juta ton menjadi 8,78 juta ton.

Danareksa Sekuritas juga memangkas perkiraan produksi CPO perseroan tahun ini dari 1,84 juta ton menjadi 1,74 juta ton. Sedangkan perkiraan produksi CPO tahun 2020 direvisi turun dari 1,88 juta ton menjadi 1,77 juta ton.

Begitu juga dengan perkiraan harga jual CPO perseroan tahun ini direvisi turun dari Rp 6.611 per kilo gram menjadi Rp 6.395 per kilo gram.

Meskipun Danareksa Sekuritas memangkas target kinerja keuangan Astra Agro tahun 2019 dan 2020. Pihaknya meyakini bahwa saham AALI masih layak untuk dibeli dengan target harga Rp13.000, target harga tersebut didasarkan pada enterprise value/hecktare (EV/ha) senilai US$9.702 per ha.

"Oleh karena itu, pemangkasan target kinerja keuangan tidak berdampak signifikan terhadap perkiraan harga saham AALI ke depan," ujar Andreas.

Target harga tersebut juga didasarkan bahwa harga saham AALI di pasar sudah tergolong murah. Harga yang terbentuk saat ini merefleksikan sekitar US$9.184 per ha atau di bawah rata-rata EV/ha perkebunan perseroan dalam tiga tahun terakhir mencapai US$9.702 per ha. Target harga tersebut juga memperkirakan kenaikan kinerja keuangan perseroan tahun depan.
Author: Indra BP
-
POPULAR NEWS