Search:
Wednesday, Dec-11 2019 08:34 WIB
  • AGRI 1,430.430 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 976.980 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 544.990 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,183.500 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,047.380 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,106.020 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,302.600 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 174.570 0.000 (0.000%)
  • IDX30 541.380 0.000 (0.000%)
  • IDX80 140.400 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 383.990 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 142.200 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 489.480 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 257.590 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 312.700 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 140.040 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 988.340 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,121.130 0.000 (0.000%)
  • Investor33 458.040 0.000 (0.000%)
  • ISSI 186.050 0.000 (0.000%)
  • JII 690.620 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.910 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,250.760 0.000 (0.000%)
  • LQ45 992.110 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,450.970 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,724.850 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,490.580 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,184.950 0.000 (0.000%)
  • MNC36 343.290 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 331.440 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 517.760 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 321.040 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 389.560 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,183.500 0.000 (0.000%)
  • TRADE 766.680 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Kemenperin Pacu Ekspor Industri Aneka
Published: 19 Nov 2019 16:21 WIB


IMQ, Jakarta —  Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pengembangan industri aneka agar lebih berdaya saing di kancah global.

"Industri aneka merupakan sektor hilir yang senantiasa dipacu pengembangannya karena masih memiliki peluang pasar yang sangat prospektif baik di dalam maupun luar negeri," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (19/11).

Gati mengungkapkan, beberapa subsektor yang termasuk dalam industri aneka, antara lain produsen perhiasan, mainan dan alat permainan, alat musik, alat tulis, alat olahraga, kacamata hingga berbagai produk aneka lainnya.

"Produk aneka banyak digunakan sebagai barang kebutuhan bagi masyarakat luas seperti untuk keperluan pendidikan, kesehatan hingga barang keperluan rumah tangga. Oleh karena itu, industri aneka diharapkan bisa menjadi salah satu sektor andalan dalam menopang perekonomian Indonesia," paparnya.

Berdasarkan data Kemenperin, terdapat 639 perusahaan di dalam negeri yang termasuk sektor industri aneka skala menengah dan besar, dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 160.000 orang. Adapun nilai ekspor industri aneka tercatat sebesar US$4,23 miliar sepanjang tahun lalu, dengan menunjukkan neraca positif dibandingkan nilai impornya sekitar US$2,41 miliar.

"Sedangkan, nilai ekspor industri aneka pada periode Januari hingga September 2019 mencapai US$3,35 miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang menyentuh angka US$3,04 miliar," ujar Gati.

Kemenperin juga mencatat, nilai investasi di sektor industri aneka dari 2014 hingga triwulan II tahun ini telah menembus Rp1,48 triliun.

"Capaian ini menunjukkan bahwa industri aneka merupakan sektor yang potensial dan prospektif untuk terus ditumbuh kembangkan," tuturnya.

Oleh karena itu, guna mendongkrak daya saing industri aneka nasional di kancah global, Kemenperin akan memfasilitasi berbagai langkah strategis seperti melalui pembebasan bea masuk melalui program Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), bimbingan teknis serta pendampingan desain dan teknis produksi.
Author: Indra BP
-
POPULAR NEWS