Search:
Wednesday, Dec-11 2019 08:53 WIB
  • AGRI 1,430.430 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 976.980 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 544.990 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,183.500 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,047.380 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,106.020 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,302.600 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 174.570 0.000 (0.000%)
  • IDX30 541.380 0.000 (0.000%)
  • IDX80 140.400 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 383.990 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 142.200 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 489.480 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 257.590 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 312.700 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 140.040 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 988.340 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,121.130 0.000 (0.000%)
  • Investor33 458.040 0.000 (0.000%)
  • ISSI 186.050 0.000 (0.000%)
  • JII 690.620 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.910 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,250.760 0.000 (0.000%)
  • LQ45 992.110 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,450.970 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,724.850 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,490.580 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,184.950 0.000 (0.000%)
  • MNC36 343.290 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 331.440 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 517.760 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 321.040 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 389.560 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,183.500 0.000 (0.000%)
  • TRADE 766.680 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Argo Manunggal Group Luncurkan Kawasan Industri Modern di Semarang
Published: 13 Nov 2019 16:24 WIB


IMQ, Jakarta —  PT Argo Manunggal Group resmi meluncurkan proyek terbaru, yaitu kawasan industri modern bernama Aviarna seluas 450 hektar di sebelah Bandar Udara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Aviarna adalah Kawasan industri yang di dalamnya terdapat kawasan perbaikan pesawat atau Maintenance Repair Overhaul (MRO), kawasan dry port, kawasan tourism dan komersial, serta kawasan mangrove yang dijadikan sebagai tempat wisata.

"Kami alokasikan aviation park seluas 99 Ha untuk MRO dan pendukungnya yang terkoneksi dengan Bandara Ahmad Yani Semarang. Dengan adanya MRO di dalam lokasi Aviarna, diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan bisnis transportasi aviasi di Semarang – JawaTengah yang sedang berkembang dengan pesat dan menjadi daya tarik investor bisnis aviasi serta meningkatkan ekonomi daerah setempat maupun secara nasional," kata Managing Director PT Bumi Raya Perkasa Nusantara, Hendra Lesmana, di Jakarta, Rabu (13/11).

Hendra mengungkapkan, kawasan ini didukung fasilitas-fasilitas berkelas standard internasional, seperti WTP, WWTP, bahkan akan disiapkan bisnis berupa co-working space di gedung kantor yang akan dibangun. Semuanya itu menjadikan Aviarna sebagai kawasan industrI terpadu yang tidak ada perbandingannya di Indonesia.

"Aviarna Mendukung program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Salah satunya adalah penyediaan kawasan Industri 4.0 dengan potensi bisnis sekitar US$1,7 miliar dimana adanya investor asing dan Lokal yang akan investasi di Aviarna," papar dia.

Di sisi lain, akan ada peningkatan potensi pajak dan menggerakkan bisnis di kawasan sekitarnya. Termasuk penyediaan lapangan kerja yang besar dan diambil dari kawasan sekitarnya di Jawa Tengah.

"Demi menunjang kawasan MRO tersebut, Aviarna juga menyiapkan fasilitas pendukung dengan standard internasional, yaitu akses menuju kawasan industri sangat mudah melalui jalan toll, ROW jalan yang memadai, bonded zone, WTP, WWTP, kerjasama dengan PLN untuk mendukung pasokan listrik yang berlimpah, pasokan air, dan Dryport yang terkoneksi melalui jalur kereta api yang mendukung mobilisasi barang dari dan ke lokasi Aviarna. Kami mengundang para investor dan pengusaha bisnis aviasi untuk bergabung di Aviarna Industrial Estate yang mulai beroperasi pada pertengahan 2021," ujar Hendra.

Pemilihan proyek baru tersebut di dasari pada data statistic dimana terdapat peningkatan yang signifikan atas jumlah penumpang pesawat, dan jumlah pesawat di Indonesia, dari 1201 pesawat di 2017 dan diprediksi akan meningkat tajam menjadi lebih dari 2500 di 2038 mendatang.

Dari banyaknya jumlah pesawat terbang beroperasi tersebut, hanya 30% hingga 40% diantaranya yang ditangani perawatannya di dalam negeri, selebihnya perawatan dilakukan di luar negeri. Hal tersebut mengakibatkan pengeluaran devisa negara yang tidak sedikit jumlahnya.

Dipilihnya kota Semarang sebagai lokasi, tidak terlepas dari tangan dingin Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang sukses memajukan kota Semarang menjadi kota metropolitan ke 5 di Indonesia, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi 5,62% di semester pertama tahun ini. Kota Semarang saat ini juga telah memiliki 2 pelabuhan internasional (laut, dan udara), dan fasilitas yang tidak kalah majunya dengan kota lainnya.

Argo Manunggal Group adalah group konglomerasi yang bergerak di banyak bidang usaha sejak lebih dari 50 tahun lalu, seperti Argo Pantes, Pralon, Cakra tunggal Steel, Fumira, Alam Sutera, Suvarna Sutera, Garuda Wisnu Kencana, serta kawasan industri yang ternama MM2100, dan Bekasi Fajar.
Author: Indra BP
-
POPULAR NEWS