Search:
Wednesday, Sep-23 2020 07:40 WIB
  • AGRI 1,156.960 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 702.870 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 434.410 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 4,934.090 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 1,846.210 0.000 (0.000%)
  • DBX 924.800 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,061.670 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 130.840 0.000 (0.000%)
  • IDX30 413.420 0.000 (0.000%)
  • IDX80 108.090 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 272.660 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 115.380 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 370.720 0.000 (0.000%)
  • IDXQ30 120.920 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 211.120 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 236.810 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 102.470 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 776.880 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 813.190 0.000 (0.000%)
  • Investor33 360.090 0.000 (0.000%)
  • ISSI 144.760 0.000 (0.000%)
  • JII 523.910 0.000 (0.000%)
  • JII70 177.570 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 966.070 0.000 (0.000%)
  • LQ45 756.380 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,177.640 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,366.800 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,340.550 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 849.130 0.000 (0.000%)
  • MNC36 270.280 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 258.890 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 342.140 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 233.320 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 303.610 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 4,934.090 0.000 (0.000%)
  • TRADE 626.540 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • SKBM 312 -20 (-6.02%)
  • SKLT 1,250 0 (0.00%)
  • SKRN 645 50 (8.40%)
  • SLIS 4,960 -20 (-0.40%)
  • SMAR 2,900 -70 (-2.36%)
  • SMBR 452 -30 (-6.22%)
  • SMCB 975 0 (0.00%)
  • SMDM 93 -5 (-5.10%)
  • SMDR 270 -10 (-3.57%)
  • SMGR 9,025 -175 (-1.90%)
  • SMKL 179 1 (0.56%)
  • SMMT 81 0 (0.00%)
  • SMRA 555 -10 (-1.77%)
  • SMSM 1,190 -35 (-2.86%)
  • SOCI 119 -2 (-1.65%)
  • SOFA 67 -3 (-4.29%)
  • SOFA-W 4 0 (0.00%)
  • SOSS 402 2 (0.50%)
  • SOTS 210 -4 (-1.87%)
  • SPMA 290 2 (0.69%)
  • SPTO 438 -2 (-0.45%)
  • SQMI 164 -12 (-6.82%)
  • SRAJ 128 -1 (-0.78%)
  • SRIL 197 -3 (-1.50%)
  • SRSN 54 0 (0.00%) © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • SRTG 3,240 220 (7.28%)
  • SSIA 430 6 (1.42%)
  • SSMS 800 -10 (-1.23%)
  • SSTM 378 -28 (-6.90%)
  • STAR 128 -3 (-2.29%)
  • STTP 7,000 250 (3.70%)
  • SULI 50 0 (0.00%)
  • SWAT 94 0 (0.00%)
  • TALF 268 -2 (-0.74%)
  • TAMA-W 7 0 (0.00%)
  • TAMU 52 0 (0.00%)
  • TAXI 50 0 (0.00%)
  • TBIG 1,315 20 (1.54%)
  • TBLA 760 -20 (-2.56%)
  • TBMS 700 -25 (-3.45%)
  • TCID 6,500 0 (0.00%)
  • TCPI 4,960 -115 (-2.27%)
  • TDPM 139 -4 (-2.80%)
  • TECH 165 -3 (-1.79%)
  • TFAS 170 8 (4.94%)
  • TFCO 545 35 (6.86%)
  • TGKA 8,000 0 (0.00%)
  • TGRA 90 -4 (-4.26%)
  • TIFA 482 2 (0.42%)
  • TINS 725 -20 (-2.68%) © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • TIRA 256 -4 (-1.54%)
  • TKIM 6,250 75 (1.21%)
  • TLKM 2,780 -30 (-1.07%)
  • TMAS 103 2 (1.98%)
  • TMPO 119 -1 (-0.83%)
  • TNCA 169 3 (1.81%)
  • TOBA 398 4 (1.02%)
  • TOPS 50 0 (0.00%)
  • TOTL 270 -6 (-2.17%)
  • TOTO 212 -4 (-1.85%)
  • TOWR 1,020 -5 (-0.49%)
  • TOYS 550 -5 (-0.90%)
  • TOYS-W 12 -1 (-7.69%)
  • TPIA 6,925 -25 (-0.36%)
  • TPMA 372 0 (0.00%)
  • TRIM 112 0 (0.00%)
  • TRIN 228 -10 (-4.20%)
  • TRIN-W 9 0 (0.00%)
  • TRJA 168 -7 (-4.00%)
  • TRST 392 0 (0.00%)
  • TRUK 127 2 (1.60%)
  • TRUS 340 -4 (-1.16%)
  • TSPC 1,315 10 (0.77%)
  • TUGU 1,390 -10 (-0.71%)
  • TURI 1,350 0 (0.00%) © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • UANG 197 0 (0.00%)
  • UCID 1,500 0 (0.00%)
  • ULTJ 1,675 -20 (-1.18%)
  • UNSP 87 -3 (-3.33%)
  • UNTR 22,825 -775 (-3.28%)
  • UNVR 7,950 -50 (-0.62%)
  • URBN 1,315 -10 (-0.75%)
  • URBN-W 14 -1 (-6.67%)
  • VICO 82 2 (2.50%)
  • VINS 93 -1 (-1.06%)
  • VINS-W 1 0 (0.00%)
  • VIVA 50 0 (0.00%)
  • VOKS 194 0 (0.00%)
  • WAPO 71 -2 (-2.74%)
  • WEGE 162 -5 (-2.99%)
  • WEHA 51 0 (0.00%)
  • WIIM 332 -4 (-1.19%)
  • WIKA 1,105 -25 (-2.21%)
  • WINS 99 0 (0.00%)
  • WOMF 220 0 (0.00%)
  • WOOD 384 -6 (-1.54%)
  • WOWS 57 -4 (-6.56%)
  • WSBP 145 -3 (-2.03%)
  • WSKT 525 -30 (-5.41%)
  • WTON 236 -6 (-2.48%) © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • XBNI 850 -18 (-2.07%)
  • XCID 74 -5 (-6.33%)
  • XCLQ 83 -1 (-1.19%)
  • XIHD 387 -8 (-2.03%)
  • XIIC 892 -7 (-0.78%)
  • XIIF 426 -8 (-1.84%)
  • XIIT 432 -4 (-0.92%)
  • XIJI 545 -1 (-0.18%)
  • XILV 96 -2 (-2.04%)
  • XIML 220 -7 (-3.08%)
  • XISC 488 -14 (-2.79%)
  • XISI 260 0 (0.00%)
  • XISR 317 -4 (-1.25%)
  • XKIV 370 -2 (-0.54%)
  • YELO 50 0 (0.00%)
  • YELO-W 5 0 (0.00%)
  • YPAS 366 -26 (-6.63%)
  • YULE 190 0 (0.00%)
  • ZINC 133 -2 (-1.48%)
  • ZONE 378 2 (0.53%)
Pengembangan Wirausaha Properti Tingkatkan Bisnis Perumahan BTN
Published: 2 Oct 2019 06:50 WIB


IMQ, Jakarta —  PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menilai pengembangan kewirausahaan bidang properti telah mendorong pertumbuhan bisnis perumahan perseroan.

"Untuk itu kami akan terus melakukan edukasi terhadap generasi milenial agar tertarik menjadi pengusaha properti," kata Direktur Legal, Risk and Compliance BBTN, R Mahelan Prabantarikso dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (2/10).

Menurut Mahelan, ddri berbagai upaya pengembangan wirausaha properti melalui School of Property dan Mini MBA of Property hasilnya sangat efektif.

"Kalau dari hasil survey setidaknya 70 persen sudah menjadi pengembang dan selebihnya banyak yang mendirikan perusahaan," ujarnya.

Mahelan menambahkan dari perumahan yang dibangun oleh pengusaha properti lulusan School of Property dan Mini MBA of Property telah menyumbang bisnis perumahan BTN sekitar 40 persen terutama rumah subsidi.

Dari kontribusi yang cukup signifikan tersebut membuat BTN antusias untuk memperluas program edukasi wirausaha properti ke daerah-daerah.

"Jadi kebutuhan rumah itu tidak hanya di pulau Jawa, tetapi daerah-daerah lain juga membutuhkan. Makanya kami dorong anak muda generasi milenial di luar Jawa bisa menjadi pengusaha properti," paparnya.

Lebih lanjut, masalah perumahan tidak hanya berasal dari demand tetapi ekosistem perumahan juga perlu menciptakan permintaan.

"Dari sisi permintaan jumlah pengembangnya kurang banyak. Apalagi backlog yang mencapai 11,4 juta ditambah kebutuhan rumah 400.000 setiap tahunnya maka jumlah pengembang yang mencapai 5-6 ribu masih kurang, sehingga perlu diciptakan pengembang-pengembang baru khususnya dari generasi muda," ungkapnya.

Dari prospek yang ada tambah Mahelan, potensi untuk pengembangan wirausaha dibidang properti masih cukup besar. Apalagi jumlah pengusaha baru 2,8 persen dari jumlah penduduk, sehingga perlu di dorong banyak anak muda untuk berminat menjadi pengusaha.

Sejak tahun 2016, Bank BTN sangat fokus menciptakan wirausaha muda di sektor properti. Ini diawali dengan program Mini MBA in Property yang digelar oleh Housing Finance Center (HFC) Bank BTN dengan Sekolah Bisnis & Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB).

Hingga akhir Desember 2018, HFC BTN telah mencetak 3.500 calon wirausaha muda di bidang properti, sedangkan dari jumlah tersebut yang berhasil mendapatkan kredit dari Bank BTN sekitar 20-30 persen.

"Target untuk tahun ini, kami bisa mencetak sekitar 1000 calon developer (pengembang)," tegasnya.
Author: Irwen Azhari
-
POPULAR NEWS