Search:
Wednesday, Sep-23 2020 08:21 WIB
  • AGRI 1,156.960 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 702.870 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 434.410 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 4,934.090 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 1,846.210 0.000 (0.000%)
  • DBX 924.800 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,061.670 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 130.840 0.000 (0.000%)
  • IDX30 413.420 0.000 (0.000%)
  • IDX80 108.090 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 272.660 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 115.380 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 370.720 0.000 (0.000%)
  • IDXQ30 120.920 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 211.120 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 236.810 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 102.470 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 776.880 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 813.190 0.000 (0.000%)
  • Investor33 360.090 0.000 (0.000%)
  • ISSI 144.760 0.000 (0.000%)
  • JII 523.910 0.000 (0.000%)
  • JII70 177.570 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 966.070 0.000 (0.000%)
  • LQ45 756.380 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,177.640 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,366.800 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,340.550 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 849.130 0.000 (0.000%)
  • MNC36 270.280 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 258.890 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 342.140 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 233.320 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 303.610 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 4,934.090 0.000 (0.000%)
  • TRADE 626.540 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Astra Agro Lestari Berpeluang Tingkatkan Kinerja Ekspor
Published: 30 Sep 2019 13:41 WIB


IMQ, Jakarta —  Pasar minyak nabati yang semakin terbuka di China merupakan peluang mendongkrak kinerja ekspor CPO PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

"China mengumumkan rencananya untuk menghapus minyak kedelai, rapeseed dan minyak sawit dari manajemen Kuota Tarif Tarif impor (TRQ). Draf terbuka untuk publik, dan keputusan akhir diharapkan akan diumumkan segera," kata analis PT OCBC Sekuritas Research, Inav Haria Chandra, dalam risetnya.

Menurut Haria, China merupakan konsumen minyak nabati terbesar di dunia. Dengan terbukanya perdagangan ke China akan menguntungkan minyak kelapa sawit karena memiliki biaya produksi terendah dibandingkan dengan yang minyak lainnya.

"Potensi itu bakal mendorong kinerja fundamental perseroan. Pada 2019, pendapatan AALI diproyeksi mencapai Rp17 triliun dan naik 11,65% menjadi Rp18,89 triliun pada 2020," papar dia.

Sementara itu, laba bersihnya diperkirakan mencapai Rp259 miliar pada 2019 dan naik 476,44% menjadi Rp1,49 triliun pada 2020. Earnings per share 2019 sekitar Rp134 per saham dan naik menjadi Rp776 per saham pada 2020.

OCBC Sekuritas menyematkan rekomendasi beli untuk AALI. Target harga AALI ditetapkan sebesar Rp14.800 per saham.
Author: Indra BP
-
POPULAR NEWS