Search:
Friday, Jun-5 2020 09:00 WIB
  • AGRI 1,003.730 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 761.610 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 436.910 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 4,916.700 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 1,822.500 0.000 (0.000%)
  • DBX 897.910 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,022.920 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 134.910 0.000 (0.000%)
  • IDX30 418.170 0.000 (0.000%)
  • IDX80 107.800 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 270.750 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 115.100 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 376.430 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 199.220 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 230.010 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 92.740 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 768.380 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 902.810 0.000 (0.000%)
  • Investor33 361.230 0.000 (0.000%)
  • ISSI 148.150 0.000 (0.000%)
  • JII 550.380 0.000 (0.000%)
  • JII70 182.990 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 988.390 0.000 (0.000%)
  • LQ45 764.610 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,201.310 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,367.120 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,269.160 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 863.720 0.000 (0.000%)
  • MNC36 280.420 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 245.100 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 337.180 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 236.930 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 306.280 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 4,916.700 0.000 (0.000%)
  • TRADE 608.680 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Ricy Putra Globalindo Tahan Penggunaan Capex
Published: 23 Sep 2019 14:45 WIB


IMQ, Jakarta —  PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) menata ulang penggunaan capital expenditure (capex) alias belanja modalnya sampai akhir tahun ini akibat kondisi ketidakpastian di sektor tekstil dan garmen.

Sebelumnya manajemen telah merencanakan nilai capex tahun ini sebanyak Rp50 miliar yang sebagian besar menopang peremajaan mesin pabrikan.

"Saat ini baru terpakai 60% dari rencana anggaran tersebut," kata Direktur PT Ricky Putra Globalindo, Tirta Heru Citra, di Jakarta, Senin (23/9).

Penggunaan anggaran capex sampai akhir tahun ini, menurut Tirta, paling maksimal 80% atau sekitar Rp40 miliar dari rencana awal perseroan.

"Permintaan pasar tekstil dan garmen yang cenderung lesu di tingkat lokal membuat perseroan berhati-hati dalam mengalokasikan budget," papar dia.

Soal kapasitas produksi, lanjut Tirta, pihaknya belum berencana menambah kapasitas atau meningkatkan utilitas produksi.

"Sementara ini bertahan dengan kapasitas yg ada dengan utlilisasi sekitar 75% sampai dengan 80%," ujar Tirta.
Author: Indra BP
-
POPULAR NEWS