Search:
Tuesday, Nov-12 2019 07:45 WIB
  • AGRI 1,415.410 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 941.810 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 542.230 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,148.740 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,070.640 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,125.160 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,267.560 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 172.280 0.000 (0.000%)
  • IDX30 533.540 0.000 (0.000%)
  • IDX80 138.990 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 378.880 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 140.170 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 486.580 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 262.200 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 315.020 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.600 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 967.760 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,146.640 0.000 (0.000%)
  • Investor33 455.120 0.000 (0.000%)
  • ISSI 186.790 0.000 (0.000%)
  • JII 686.750 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.900 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,240.190 0.000 (0.000%)
  • LQ45 978.470 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,441.630 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,709.660 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,481.350 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,184.260 0.000 (0.000%)
  • MNC36 337.030 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 339.680 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 508.980 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 320.400 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 386.550 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,148.740 0.000 (0.000%)
  • TRADE 804.670 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Pembagian Harta Terlalu Kecil, PPA Ajukan Kasasi
Published: 9 Sep 2019 15:35 WIB


Dok. Susan Silaban
IMQ, Jakarta —  PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) telah mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung pada 6 September 2019 karena pembagian harta pailit PT Kertas Leces (Persero) yang diputuskan oleh Pengadilan Negeri Niaga Surabaya terlalu rendah.

Sekretaris Perusahaan Edi Winanto menceritakan, PPA sebagai kreditor separatis dan pemegang hak tanggungan (HT) telah menjual sebidang tanah dan bangunan seluas 623 meter per segi yang berlokasi di Jalan Radio Dalam IV Nomor 5, Jakarta Selatan, pada Desember 2018 senilai Rp11,495 miliar.

“PN Niaga Surabaya memutuskan PPA memeroleh porsi sekitar Rp1,291 miliar. Pembagian ini terlalu rendah karena kami seharusnya mendapakan hak sekitar Rp9,5 miliar,” ujar Edi, Senin (9/9).

Menurut dia, alasan keputusan PN Niaga Surabaya adalah pelelangan dilakukan pada 11 Desember 2018, yang melewati masa dua bulan sejak dimulainya masa insolvensi atau masa tenggang yang diberikan kepepada kreditur separatis untuk melakukan penjualan aset.

Hakim pengawas PN Surabaya menetapkan harta pailit Kertas Leces berada dalam keadaan insolvensi terhitung sejak 25 September 2018, sehingga pelaksanaan hak eksekusi atas objek lelang oleh kreditur separatis sesuai dengan UU Kepailitan pasal 59 ayat I, harus dilakukan paling lambat dua bulan sejak dimulainya masa insolvensi, terhitung mulai 25 September 2018 sampai dengan 25 Novembe 2019.

“Namun, kami sudah mengajukan permohonan lelang dalam jangka waktu dua bulan sejak Kertas Leces dinyatakan dalam keadaan insolvensi. Realisasinya
kan kita mengikuti jadwal otoritas yang melakukan lelang,” tegasnya.

Oleh sebab itu, melalui kantor hukum Ari Zulfikar & Partners telah mengajukan upaya hukum kasasi dan menyerahkan memori kasasi di MA melalui kepaniteraan PN Niaga Surabaya.

“Intinya atas kasasi yang diajukan PPA adalah majelis hakim PN Niaga Surabaya dinilai telah salah menerapkan hukum dalam memeriksa dan mengadili keberatan atas perlawanan yang PPA ajukan,” paparnya.

Ia menilai PN Niaga Surabaya telah melanggar pasal 194 ayat 6 UU Kepailitan dan PKPU berkenaan pemeriksaan sidang keberatan telah melebihi jangka waktu yang ditetapkan, serta pasal 59 UU Kepailitan dan PKPU berkaitan dengan hak kreditur separatis atas hasil penjualan agunan aset Jalan Radio tersebut.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS