Search:
Tuesday, Jan-21 2020 08:50 WIB
  • AGRI 1,416.470 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 958.760 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 562.360 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,245.040 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,082.610 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,090.120 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,366.430 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 178.930 0.000 (0.000%)
  • IDX30 557.440 0.000 (0.000%)
  • IDX80 142.990 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 385.450 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 145.090 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 502.050 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 251.120 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 311.740 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 138.610 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 1,046.560 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,088.720 0.000 (0.000%)
  • Investor33 471.990 0.000 (0.000%)
  • ISSI 183.190 0.000 (0.000%)
  • JII 687.900 0.000 (0.000%)
  • JII70 229.080 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,277.620 0.000 (0.000%)
  • LQ45 1,022.010 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,462.050 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,747.860 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,515.970 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,224.610 0.000 (0.000%)
  • MNC36 353.920 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 317.750 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 480.840 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 318.380 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 403.300 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,245.040 0.000 (0.000%)
  • TRADE 750.830 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Dominasi Nilai Ekspor, Kontribusi Produk Manufaktur Lampaui 74%
Published: 9 Aug 2019 16:14 WIB


IMQ, Jakarta —  Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong sektor manufaktur lebih gencar mengisi pasar global.

Peningkatan ekspor dengan mengoptimalkan utilisasi industri dan memperluas pasar luar negeri menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan defisit neraca perdagangan.

"Kami sedang memprioritaskan peningkatan nilai investasi dan ekspor dari sektor industri guna memperbaiki struktur perekonomian nasional saat ini. Dua faktor tersebut, menjadi kunci untuk memacu daya saing Indonesia di tingkat regional maupun global," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (9/8).

Selama ini, menurut Airlangga, industri manufaktur memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional.

"Hal ini menandakan bahwa produk manufaktur nasional telah berkualitas sehingga mampu kompetitif dan diterima di kancah internasional," papar dia.

Berdasarkan data Kemenperin, sepanjang Januari hingga Juni 2019, pengapalan produk manufaktur nasional mampu menembus hingga US$60,14 miliar. Nilai ini berkontribusi sebesar 74,88% dari capaian ekspor nasional yang menyentuh angka US$80,32 miliar pada semester pertama tahun ini.

"Produk manufaktur nasional masih mendominasi ekspor," ujar Airlangga.

Sedangkan tiga sektor yang menyetor paling besar terhadap nilai ekspor nasional pada semester I tahun ini, yaitu industri makanan sebesar US$12,36 miliar, kemudian industri logam dasar US$8,14 miliar, serta disusul industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia US$6,37 miliar.

Sektor lainnya yang turut menyumbang signifikan, di antaranya industri pakaian jadi sebesar US$4,06 miliar, industri kertas dan barang dari kertas US$3,55 miliar, serta industri karet, barang dari karet dan plastik US$3,48 miliar.

Airlangga menambahkan, melalui capaian ekspor tersebut, industri manufaktur berperan penting sebagai penggerak utama perekonomian.

"Dengan investasi dan ekspor meningkat, ekonomi kita menjadi lebih sehat," pungkasnya.
Author: Indra BP
-
POPULAR NEWS