Search:
Tuesday, Oct-15 2019 08:53 WIB
  • AGRI 1,348.280 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 863.720 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 530.390 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,126.880 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,164.150 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,141.550 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,233.980 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 170.150 0.000 (0.000%)
  • IDX30 519.740 0.000 (0.000%)
  • IDX80 135.930 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 375.390 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 134.900 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 472.350 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 265.430 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 315.110 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 134.660 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 941.190 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,209.990 0.000 (0.000%)
  • Investor33 445.350 0.000 (0.000%)
  • ISSI 188.020 0.000 (0.000%)
  • JII 676.880 0.000 (0.000%)
  • JII70 230.370 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,225.570 0.000 (0.000%)
  • LQ45 954.470 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,429.360 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,699.190 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,611.860 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,148.020 0.000 (0.000%)
  • MNC36 333.000 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 345.030 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 500.310 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 318.390 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 381.220 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,126.880 0.000 (0.000%)
  • TRADE 798.980 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Menguji Keandalan Indocement di Tengah Oversuply
Published: 8 Aug 2019 08:44 WIB


IMQ, Jakarta —  PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menorehkan pendapatan pada kuartal II ini sekitar Rp3,2 triliun atau turun 12,9%, namun tumbuh 6,7% secara tahunan (yoy).

Sementara, paruh pertama tahun ini pendapatannya naik 9% menjadi Rp6,9% atau sekitar 49% dari target dan konsensus sepanjang 2019.

Gross profit marjin turun 110 bps pada periode April-Juni ini menjadi 30,1%, dan laba operasional pun anjlok 50,6% menjadi Rp195,2 miliar walaupun meningkat 980,3% yoy dibandingkan kuartal II tahun lalu.

Secara total, pencapaian laba operasional semester I 2019 naik 132% yoy. Namun, laba bersihnya turun 38,8% kuartal II ini atau mencapai Rp243,1 miliar. Kendati demikian, secara kumulatif laba bersih enam bulan ini naik 80% yoy menjadi Rp640 miliar, mencapai 42% dari target SSI dan 38% dari target konsensus.

Volume penjualan semen INTP hingga paruh pertama inj mencapai 7,7 juta ton, melemah 1,7% yoy. Meski melemah, hasil tersebut lebih baik jika dibanding penurunan volume konsumsi nasional 2.3% yoy. Oleh sebab itu, pangsa pasar INTP naik 40bps dari 25,8% di semester I lalu menjadi 26,2% di periode serupa tanun ini.

Disisi lain, rerata harga penjualan paruh pertama ini berhasil naik 12,7% yoy menjadi Rp8.160/kg dari Rp7.240/kg.

“Untuk paruh kedua, ASP kami perkirakan akan stagnan di kisaran Rp8.000/kg – Rp8.200/kg dengan volume naik 2,5% yoy atau kenaikan 1,2% yoy sepanjang tahun ini,” tutur Analis Samue Albertha Palma melalui risetnya Agustus.

Untuk menggenjot kinerja operasional, INTP membangun terminal di Lampung dimana kapasitas produksi mencapai 2.500 ton/hari untuk membuat biaya distribusi ke Sumatera lebih murah. Selain itu, INTP juga menggunakan Refuse Derived Fuel (RDF) agar ketergantungan terhadap batubara berkurang.

Saat ini beban batubara masih mendominasi 92,5% dan RDF mencapai 6,7% dari total biaya bahan bakar, dan pada 2030 diprediksi komposisi batubara hanya 70% dan RDF naik menjadi 30%. Selain itu, INTP juga gencar mempromosikan Semen slag dengan merek TR SuperSlag cement.

Semen slag menggunakan bahan baku sisa pengolahan biji besi dan lebih sedikit memerlukan batubara sehingga beban lebih rendah 20%-30%.

“Ditengah oversupply di industri semen, volume penjualan masih turun 1.7% yoy sehingga kami tetap merekomendasikan jual dengan target harga di Rp19.300 (EV/EBITDA 2020 adalah 19,0x dan PE 2020 sekitar 53,9x),” paparnya.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS