Search:
Saturday, Jan-18 2020 16:53 WIB
  • AGRI 1,425.950 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 960.420 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 564.300 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,104.310 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,089.840 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,363.870 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 178.800 0.000 (0.000%)
  • IDX30 559.650 0.000 (0.000%)
  • IDX80 143.830 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 388.520 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 145.290 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 504.610 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 254.520 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 317.230 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.520 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 1,043.150 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,100.550 0.000 (0.000%)
  • Investor33 473.860 0.000 (0.000%)
  • ISSI 185.090 0.000 (0.000%)
  • JII 694.470 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.290 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,284.800 0.000 (0.000%)
  • LQ45 1,025.810 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,473.920 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,760.970 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,547.190 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,241.480 0.000 (0.000%)
  • MNC36 355.020 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 324.170 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 491.690 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 321.200 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 404.490 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • TRADE 758.690 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Astra Siap Produksi Mobil Listrik
Published: 19 Jul 2019 09:20 WIB


IMQ, Jakarta —  PT Astra International Tbk (ASII) membuka kemungkinan untuk memproduksi mobil listrik.

"Sejauh ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah mulai mendukung produksi kendaraan listrik, yakni melalui rancangan peraturan mengenai kendaraan emisi karbon rendah atau low carbon emission vehicle (LCEV)," kata Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto, di Jakarta, Jumat (19/7).

Menurut Prijono, apabila peraturan tersebut diterbitkan, maka bisa menurunkan harga kendaraan plug in hybrid yang saat ini harganya berkisar Rp1,1 miliar.

"Kalau peraturan LCEV sudah ada, maka skema harga plug in hybrid bisa menjadi Rp800 juta. Apabila bisa diproduksi lokal, maka harganya akan jauh lebih murah," papar dia.

Selanjutnya, apabila mobil plug in hybrid berkembang, maka perseroan bisa mengembangkan mobil listrik dengan teknologi yang lain bahkan dengan teknologi full battery electric.

Potensi ekspansi di bidang otomotif lainnya, lanjut Prijono, masih terbuka lebar. Potensi tersebut adalah memproduksi mobil sedan yang saat ini penjualannya tidak sebesar jenis kendaraan lainnya.

"Tentunya hal tersebut bisa terlaksana apabila pemerintah bisa memberikan relaksasi dari sisi pajak penjualan atas barang mewah (PPNBM)," ujar Prijono.

Potensi lainnya adalah dengan pengembangan kendaraan SUV atau sport utility vehicle. Pasalnya, selama ini Indonesia baru bisa memproduksi mobil multi purpose vehicle (MPV) sehingga peluang untuk bisa menjadi basis produksi mobil SUV terbuka lebar.
Author: Indra BP
-
POPULAR NEWS