Search:
Thursday, Jun-4 2020 08:40 WIB
  • AGRI 997.720 31.040 (3.211%)
  • BASIC-IND 767.740 8.200 (1.080%)
  • BISNIS-27 440.000 12.430 (2.907%)
  • COMPOSITE 4,941.010 93.500 (1.929%)
  • CONSUMER 1,838.290 17.790 (0.977%)
  • DBX 903.180 1.110 (0.123%)
  • FINANCE 1,027.340 31.820 (3.196%)
  • I-GRADE 135.500 3.050 (2.303%)
  • IDX30 422.070 10.520 (2.556%)
  • IDX80 108.650 2.790 (2.636%)
  • IDXBUMN20 271.210 6.140 (2.316%)
  • IDXG30 115.650 2.660 (2.354%)
  • IDXHIDIV20 379.840 9.600 (2.593%)
  • IDXSMC-COM 199.040 3.230 (1.650%)
  • IDXSMC-LIQ 229.360 7.270 (3.273%)
  • IDXV30 93.150 4.720 (5.338%)
  • INFOBANK15 772.030 28.790 (3.874%)
  • INFRASTRUC 899.990 16.460 (1.863%)
  • Investor33 363.630 11.360 (3.225%)
  • ISSI 148.650 1.970 (1.343%)
  • JII 553.830 10.640 (1.959%)
  • JII70 183.830 3.370 (1.867%)
  • KOMPAS100 994.530 25.390 (2.620%)
  • LQ45 770.660 21.140 (2.820%)
  • MANUFACTUR 1,212.570 14.830 (1.238%)
  • MBX 1,373.700 29.440 (2.190%)
  • MINING 1,282.050 11.600 (0.913%)
  • MISC-IND 876.890 22.680 (2.655%)
  • MNC36 282.490 8.110 (2.956%)
  • PEFINDO25 245.480 0.100 (0.041%)
  • PROPERTY 333.010 6.540 (2.003%)
  • SMinfra18 237.560 5.020 (2.159%)
  • SRI-KEHATI 308.310 9.950 (3.335%)
  • TOTAL_MARKET 4,941.010 93.500 (1.929%)
  • TRADE 614.310 2.730 (0.446%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • TRST 398 32 (8.74%)
  • TRUK 104 0 (0.00%)
  • TRUS 326 0 (0.00%)
  • TSPC 1,210 10 (0.83%)
  • TUGU 2,860 40 (1.42%)
  • UCID 1,550 0 (0.00%)
  • ULTJ 1,560 -5 (-0.32%)
  • UNIC 3,050 0 (0.00%)
  • UNIT 154 10 (6.94%)
  • UNSP 50 0 (0.00%)
  • UNTR 17,075 700 (4.27%)
  • UNVR 8,225 125 (1.54%)
  • URBN 1,665 -10 (-0.60%)
  • URBN-W 17 0 (0.00%)
  • VICO 101 -7 (-6.48%)
  • VINS 110 1 (0.92%)
  • VINS-W 3 -1 (-25.00%)
  • VIVA 50 0 (0.00%)
  • VOKS 242 -14 (-5.47%)
  • VRNA 118 -8 (-6.35%)
  • WAPO 65 -1 (-1.52%)
  • WEGE 175 8 (4.79%)
  • WEHA 119 7 (6.25%)
  • WIIM 137 3 (2.24%)
  • WIKA 1,190 45 (3.93%) © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • WINS 76 3 (4.11%)
  • WOMF 191 1 (0.53%)
  • WOOD 350 -4 (-1.13%)
  • WOWS 50 0 (0.00%)
  • WSBP 162 5 (3.18%)
  • WSKT 665 35 (5.56%)
  • WTON 250 14 (5.93%)
  • XASG 79 -5 (-5.95%)
  • XBID 433 11 (2.61%)
  • XBNI 863 0 (0.00%)
  • XCID 86 -2 (-2.27%)
  • XCIS 106 0 (0.00%)
  • XIHD 379 -1 (-0.26%)
  • XIIF 431 15 (3.61%)
  • XIIT 442 12 (2.79%)
  • XIJI 553 13 (2.41%)
  • XIML 213 -1 (-0.47%)
  • XISC 492 16 (3.36%)
  • XISR 312 3 (0.97%)
  • XNVE 102 3 (3.03%)
  • XPLQ 379 0 (0.00%)
  • XPMI 770 15 (1.99%)
  • XSSK 542 9 (1.69%)
  • YELO 50 0 (0.00%)
  • YELO-W 7 0 (0.00%) © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • YPAS 560 -40 (-6.67%)
  • ZBRA 50 0 (0.00%)
  • ZINC 148 5 (3.50%)
  • ZONE 414 -2 (-0.48%)
WIKA Rampungkan Pembangunan Bandara Oecusse
Published: 19 Jun 2019 15:59 WIB


IMQ, Jakarta —  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menyatakan, telah menyelesaikan pembangunan Bandara Internasional Oecusse, Timor Leste.

Presiden Republik Demokratik Timor Leste, Francisco Guterres menganggap WIKA telah berperan besar dalam hubungan Timor Leste dan Indonesia baik dalam pembangunan Oecusse, maupun negara Timor Leste.

Sementara, Direktur Utama WIKA Tumiyana menambahkan, proyek ini menjadi bukti kapabilitas perseroa dari segi engineering, penguasaan teknologi, proyek manajemen, serta memperoleh wawasan baru yang merupakan hasil interaksi dengan pihak-pihak berkepentingan yang berasal dari negara lain.

“Dengan nilai kontrak mencapai US$119 juta, proyek Bandara Oecusse terdiri dari pembangunan fasilitas landside dan airside seperti Tower Air Traffic Control (ATC), terminal building, quarrantine, fuel depot, Distance Measuring Equiment (DME), VHF Omnidirectional Range (VOR), runway, taxiway, apron, airfit lighting, hingga fasilitas bandara lainnya,” kata Tumiyana, dalam siaran pers Rabu (19/6).

Lebih lanjut, lingkup pekerjaan perseroan pada proyek bandara internasional ini juga meliputi pembuatan runway baru sepanjang 2,5 km, pelebaran dan perluasan wilayah bandara agar bisa dijadikan bandara komersial, pemutakhiran sistem radar dan navigasi serta pemutakhiran sistem dan standar safety bandara internasional.

Selama periode 2015–2018, proses pembangunan ini melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja gabungan Indonesia dan Timor Leste.

“Sebagian besar material berasal dari Indonesia seperti semen, besi beton, material arsitektur, dan garbarata, termasuk material baja konstruksi yang difabrikasi oleh entitas anak perseroan, WIKA Industri & Konstruksi,” ungkapnya.

Namun, beberapa peralatan yang belum tersedia di Indonesia didatangkan oleh WIKA dari beberapa negara seperti Amerika, Tiongkok, Austria, Australia.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS