Search:
Tuesday, Nov-12 2019 07:59 WIB
  • AGRI 1,415.410 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 941.810 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 542.230 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,148.740 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,070.640 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,125.160 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,267.560 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 172.280 0.000 (0.000%)
  • IDX30 533.540 0.000 (0.000%)
  • IDX80 138.990 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 378.880 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 140.170 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 486.580 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 262.200 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 315.020 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.600 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 967.760 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,146.640 0.000 (0.000%)
  • Investor33 455.120 0.000 (0.000%)
  • ISSI 186.790 0.000 (0.000%)
  • JII 686.750 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.900 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,240.190 0.000 (0.000%)
  • LQ45 978.470 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,441.630 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,709.660 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,481.350 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,184.260 0.000 (0.000%)
  • MNC36 337.030 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 339.680 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 508.980 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 320.400 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 386.550 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,148.740 0.000 (0.000%)
  • TRADE 804.670 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Kontrak Baru PTPP Capai Rp10,57 Triliun
Published: 16 Jun 2019 16:16 WIB


IMQ, Jakarta —  PT PP Tbk (PTPP) hingga April 2019 berhasil membukukan kontrak baru mencapai Rp10,57 triliun atau 21 persen dari total target yang ditetapkan sepanjang tahun ini senilia Rp50,30 triliun.

"Kami optimistis target kontrak baru tahun ini akan tercapai,” kata Direktur Utama PTPP, Lukman Hidayat dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (16/6).

Adapun pencapaian kontrak baru tersebut terdiri dari kontrak baru induk perseroan senilai Rp9,23 triliun dan anak usaha sebesar Rp1,34 triliun.

Beberapa proyek yang berhasil diraih sampai dengan April 2019 antara lain RDMP RU V Balikpapan Tahap II Rp3,38 triliun, Jalan Tol Indrapura Kisaran (lanjutan) Rp3 triliun, Pesantren Mualimin Yogyakarta Rp470 miliar, Runway Soetta Section 1 (pekerjaan tambah) Rp455 miliar, Kereta Api Makassar Pare-Pare Rp450 miliar, Sapras SPBU Rest Area Rp334 miliar, RSUD Soreang Rp269 miliar dan sebagainya.

Hingga April 2019, perolehan kontrak baru dari BUMN mendominasi perolehan kontrak baru perseroan dengan kontribusi 65,88 persen, disusul swasta 25,04 persen dan pemerintah (APBN) 9,08 persen dari total perolehan kontrak baru.

Adapun perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu pembangkit listrik 33,70 persen, jalan dan jembatan 28,46 persen, gedung 24,58 persen, bandara 4,31 persen, kereta api 4,26 persen, industri 3,06 persen dan irigasi 1,66 persen.

Sementara itu, perseroan telah melakukan pendandatanganan kontrak pembangunan pabrik peleburan (smelter) berteknologi Rotary Kiln Electric Furnance (RKEF) dengan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) selaku investor.

PTPP bersama PT CNI, PT PLN (Persero) serta perusahaan lain yang terlibat dalam proses pembangungan smelter ini melakukan prosesi groundbreaking di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Direktur Operasi 3 PTPP, Abdul Haris Tatang mengungkapkan dalam pembangunan proyek smelter tersebut, perseroan berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek yang akan bekerjasama dengan mitra konsorsium ENFI (BUMN China).

"Kami optimistis dapat menyelesaikan proyek selama 24 bulan," ujarnya.

Ditambahkan, dengan keberhasilan PPTT sebagai kontraktor EPC yang telah memiliki berbagai pengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek pembangkit serta minyak dan gas, maka saat ini perseroan mulai terjun ke area industri proses pengolahan mineral.

Adapun proyek pembangunan smelter feronikel tersebut menelan investasi mencapai Rp4 triliun untuk tahap I dan akan dilanjutkan tahap berikutnya dengan nilai total investasi sekitar Rp14,5 triliun.

"Pabrik Smelter yang memiliki total kapasitas sebesar 4x72 MVA ini ditargetkan dapat beroperasi pada 2021 dan nantinya diperkirakan memproduksi sekitar 229 ribu ton Feronikel (FeNi) setiap tahunnya dengan kadar nikel 22-24 persen," terangnya.

Lebih lanjut, pembangunan pabrik smelter ini menggunakan teknologi RKEF yang terdiri dari empat tanur listrik jenis rectangular, dimana teknologinya merupakan yang pertama di Indonesia.

"Dengan beroperasi nantinya pabrik smelter ini, penyerapan tenaga kerja di masyarakat sekitar dipastikan dapat membantu meningkatkan perekonomian," tegasnya.
Author: Irwen Azhari
-
POPULAR NEWS