Search:
Tuesday, Nov-12 2019 08:07 WIB
  • AGRI 1,415.410 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 941.810 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 542.230 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,148.740 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,070.640 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,125.160 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,267.560 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 172.280 0.000 (0.000%)
  • IDX30 533.540 0.000 (0.000%)
  • IDX80 138.990 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 378.880 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 140.170 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 486.580 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 262.200 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 315.020 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.600 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 967.760 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,146.640 0.000 (0.000%)
  • Investor33 455.120 0.000 (0.000%)
  • ISSI 186.790 0.000 (0.000%)
  • JII 686.750 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.900 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,240.190 0.000 (0.000%)
  • LQ45 978.470 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,441.630 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,709.660 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,481.350 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,184.260 0.000 (0.000%)
  • MNC36 337.030 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 339.680 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 508.980 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 320.400 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 386.550 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,148.740 0.000 (0.000%)
  • TRADE 804.670 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Akhir Maret, Rugi Krakatau Steel Melonjak 1.181%
Published: 1 May 2019 07:04 WIB


IMQ, Jakarta —  PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencatat peningkatan rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas publik pada kuartal I 2019 sekitar 1.181% menjadi US$62,322 juta dari periode serupa tahun lalu hanya US$4,865 juta.

Direktur Utama Silmy Karim menyatakan, perseroan akan memperbaiki keadaan ini segera dengan strategi Transformasi Bisnis dan Keuangan yang saat ini sudah mulai berjalan.

“Kami harap dalam waktu dekat sudah mulai kelihatan hasilnya dan kondisi ini bisa berbalik menjadi lebih baik,” ujar Silmy dalam keterangan resmi kemarin.

Ia melanjutkan, lonjakan rugi disebabkan oleh rendahnya capaian pendapatan sebesar 13,82% menjadi US$419 juta dari US$486,2 juta.

“Hal ini akibat dari penurunan volume penjualan dan penurunan harga produk baja secara global. Harga HRC per ton tertinggi tercapai US$755 di Januari 2019 dan terendah US$554 di bulan Maret 2019, walaupun secara keseluruhan harga HRC berkisar antara US$650 – US$700 pada kuartal I 2019,” jelasnya.

Walaupun secara umum terjadi penurunan volume penjualan 11,97% yoy menjadi 529.114 ton, termasuk diantaranya penurunan volume penjualan Cold Rolled Coil (CRC) 35,67% yoy menjadi sebesar 103.219 ton dan penurunan volume penjualan Wire Rod 77,30% yoy menjadi 8.644 ton, namun volume penjualan HRC meningkat 8,11% yoy sebesar 355.546 ton.

“Fokus penjualan Krakatau Steel memang akan diprioritaskan pada produk HRC terlebih dengan akan segera beroperasinya HSM#2,” tambahnya.

Penurunan volume penjualan ini pun diiringi dengan penurunan harga jual produk termasuk HRC 2,24% yoy menjadi US$643 per ton dan Wire Rod 3,14% yoy menjadi US$612 per ton, namun tidak demikian dengan CRC yang meningkat 5,13% menjadi sebesar US$739 per ton.

“Penurunan penjualan ini berpengaruh pada laba kotor sebesar US$11,75 juta, menurun dibanding periode sebeleumnya sebesar US$66,79 juta,” tutur dia.

Sementara rugi operasi perseroa mencapai US$36,2 juta pada kuartal I 2019 dibanding dengan periode yang sama tahun lalu yang mencatat laba operasi US$21,2 juta. Penurunan kinerja operasi ini dipengaruhi oleh lebih tingginya biaya operasi selama periode berjalan.

“Kami akan terus menggenjot volume penjualan baja domestik diiringi peningkatan target untuk ekspor produk baja mulai tahun ini, terlebih Indonesia saat ini dapat dengan leluasa mengekspor produk baja ke Malaysia. Semoga peningkatan target eskpor ke beberapa negara dan kerja sama steel trading dengan beberapa rekanan dapat membantu menaikkan volume penjualan di 2019,” ungkapnya.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS