Search:
Tuesday, Oct-15 2019 08:52 WIB
  • AGRI 1,348.280 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 863.720 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 530.390 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,126.880 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,164.150 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,141.550 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,233.980 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 170.150 0.000 (0.000%)
  • IDX30 519.740 0.000 (0.000%)
  • IDX80 135.930 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 375.390 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 134.900 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 472.350 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 265.430 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 315.110 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 134.660 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 941.190 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,209.990 0.000 (0.000%)
  • Investor33 445.350 0.000 (0.000%)
  • ISSI 188.020 0.000 (0.000%)
  • JII 676.880 0.000 (0.000%)
  • JII70 230.370 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,225.570 0.000 (0.000%)
  • LQ45 954.470 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,429.360 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,699.190 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,611.860 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,148.020 0.000 (0.000%)
  • MNC36 333.000 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 345.030 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 500.310 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 318.390 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 381.220 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,126.880 0.000 (0.000%)
  • TRADE 798.980 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Pemerintah Upayakan Mobil Listrik Diterima Konsumen
Published: 23 Apr 2019 11:25 WIB


IMQ, Jakarta —  Pemerintah tidak ingin membebani biaya tambahan yang terlalu tinggi kepada masyarakat agar konsumen bisa menerima produk mobil listrik.

"Artinya pengembangan mobil listrik juga membutuhkan dukungan fiskal maupun non fiskal. Kami menyusun beberapa strategi untuk mendukung pengembangan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) tersebut," kata Harjanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin pada acara Laporan Akhir Fase 2 Riset Komprehensif Electrified Vehicle di Jimbaran, Selasa (23/4).

Harjanto mengatakan, beberapa strategi yang disusun pemerintah diantaranya memberikan insentif fiskal berupa tax holiday atau mini tax holiday untuk Industri Komponen Utama seperti baterai, motor listrik (magnet dan kumparan motor). Payung hukumnya berbentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 150/2018 dan dukungan Tax Allowance bagi investasi baru maupun perluasan.

"Pemerintah juga mengusulkan tiga insentif tambahan kepada Kementerian terkait, yaitu diskon pajak penghasilan sampai dengan 300% untuk industri yang melakukan aktivitas riset dan pengembangan, pengurangan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil listrik, serta meminta pengaturan khusus Bea Masuk dan Perpajakan lainnya termasuk Pajak Daerah untuk mempercepat industri kendaraan listrik di Indonesia," papar dia.

Keseluruhan upaya pemberian insentif, lanjut Harjanto, diharapkan mampu memberikan keuntungan bagi konsumen, sehingga upaya memopulerkan mobil bertenaga listrik dapat berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan. 

"Kami juga akan menjajaki ekstensifikasi pasar ekspor melalui negosiasi Preferential Tariff Agrement dengan negara yang memiliki demand tinggi untuk kendaraan bermotor," pungkas Harjanto.

Dalam roadmap pengembangan industri kendaraan bermotor, Pemerintah mentargetkan bahwa pada 2025, maka 20% dari total produksi Kendaraan Baru di Indonesia sudah berteknologi Electrified sehingga dapat mendukung komitmen Pemerintah Indonesia untuk dapat menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca (CO2) sebesar 29% pada 2030 tanpa bantuan internasional, sekaligus menjaga kemandirian energi nasional.

Sesuai dengan roadmap tersebut pemerintah telah mempersiapkan program pengembangan kendaraan emisi karbon rendah atau biasa menyebutnya Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Program ini terdiri dari 3 sub program yaitu Kendaran Hemat Energi Harga Terjangkau (LCGC), Electrified Vehicle dan Flexy Engine.
Author: Indra BP
-
POPULAR NEWS