Search:
Saturday, Jan-18 2020 16:48 WIB
  • AGRI 1,425.950 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 960.420 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 564.300 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,104.310 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,089.840 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,363.870 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 178.800 0.000 (0.000%)
  • IDX30 559.650 0.000 (0.000%)
  • IDX80 143.830 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 388.520 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 145.290 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 504.610 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 254.520 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 317.230 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.520 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 1,043.150 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,100.550 0.000 (0.000%)
  • Investor33 473.860 0.000 (0.000%)
  • ISSI 185.090 0.000 (0.000%)
  • JII 694.470 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.290 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,284.800 0.000 (0.000%)
  • LQ45 1,025.810 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,473.920 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,760.970 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,547.190 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,241.480 0.000 (0.000%)
  • MNC36 355.020 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 324.170 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 491.690 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 321.200 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 404.490 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • TRADE 758.690 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Bank Mega Bukukan Laba Bersih Rp1,60 Triliun
Published: 28 Feb 2019 20:32 WIB


IMQ, Jakarta —  PT Bank Mega Tbk (MEGA) sepanjang 2018 membukukan laba bersih mencapai Rp1,60 triliun atau tumbuh 23,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,30 triliun.

Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib mengatakan pencapaian laba bersih ini ditopang pendapatan bunga senilai Rp6,77 triliun, meningkat 5,93 persen dari raihan periode yang sama 2017 sebesar Rp6,39 triliun yang dipicu oleh pertumbuhan kredit.

Peningkatan laba juga didorong adanya penurunan biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aktiva Produktif (CKPN) sebesar Rp481 miliar, turun 57 persen dibandingkan biaya CKPN tahun 2017.

"Ini merupakan hasil dari semakin membaiknya kualitas aktiva produktif bank," katanya di Jakarta, Kamis (28/1).

Seiring laba, kredit perseroan juga tumbuh 19,96 persen menjadi Rp42,25 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp35,22 triliun.

Adapun pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari rata-rata industri nasional sebesar 11,75 persen.

Kostaman menambahkan peningkatan kredit yang tinggi ini juga diikuti kualitas kredit yang membaik, dimana NPL gross Bank Mega tercatat menjadi 1,60 persen dari sebelumnya 2,01 persen. Sedangkan NPL Net tercatat menjadi 1,27 persen dari sebelumnya 1,41 persen.

"Perseroan juga berusaha menjaga cost of fund Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan meningkatkan dana murah dan berusaha menjaga suku bunga deposito," tuturnya.

Atas posisi kredit dan DPK ini, rasio loan to deposit ratio (LDR) atau rasio kredit terhadap DPK meningkat dari posisi 2017 sebesar 56,47 persen menjadi sebesar 67,23 persen.

Sementara hingga Desember 2018 emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham MEGA ini membukukan aset mencapai Rp83,76 triliun, tumbuh 1,78 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp82,30 triliun.
Author: Irwen Azhari
-
POPULAR NEWS