Search:
Wednesday, Jul-8 2020 07:53 WIB
  • AGRI 1,049.820 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 754.470 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 445.460 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 4,987.080 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 1,808.080 0.000 (0.000%)
  • DBX 913.700 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,079.660 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 135.780 0.000 (0.000%)
  • IDX30 422.780 0.000 (0.000%)
  • IDX80 109.770 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 283.980 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 117.730 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 378.300 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 206.020 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 240.740 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 97.240 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 793.070 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 900.560 0.000 (0.000%)
  • Investor33 368.040 0.000 (0.000%)
  • ISSI 147.300 0.000 (0.000%)
  • JII 546.430 0.000 (0.000%)
  • JII70 181.790 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 996.690 0.000 (0.000%)
  • LQ45 775.900 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,194.780 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,386.060 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,286.830 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 874.680 0.000 (0.000%)
  • MNC36 282.300 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 254.060 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 318.060 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 244.290 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 311.380 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 4,987.080 0.000 (0.000%)
  • TRADE 605.830 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Ada Peluang Rupiah Lanjutkan Penguatan
Published: 4 Jan 2019 09:22 WIB


IMQ, Jakarta —  Memasuki perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah diperkirakan akan melanjutkan laju positif setelah pada perdagangan kemarin berakhir menguat di level Rp14.410.

Pada perdagangan Kamis (3/1), dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya karena data ekonomi yang lemah mengindikasikan ekonomi Amerika Serikat sedang melambat, sehingga meredupkan selera investor terhadap greenback dalam perdagangan. Ini menjadi salah satu faktor pendukung penguatan rupiah akhir pekan ini.

Selanjutnya, indeks manufaktur Amerika Serikat jatuh menjadi 54,1 pada Desember dari 59,3 pada November, mencatat penurunan bulanan terburuk sejak Oktober 2008.

Penurunan indeks manufaktur Amerika Serikat dipandang sebagai tanda baru perlambatan ekonomi di tengah ketegangan global di seluruh sektor serta perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,52 persen menjadi 96,3131 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1391 dolar AS dari 1,1344 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2629 dolar AS dari 1,2609 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7002 dolar AS dari 0,6997 dolar AS.

Dolar AS dibeli 107,75 yen Jepang, lebih rendah dari 109,19 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9885 franc Swiss dari 0,9903 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3480 dolar Kanada dari 1,3585 dolar Kanada.

Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore menguat sebesar 40 poin ke posisi Rp14.410 dibandingkan sebelumnya Rp14.450 per dolar AS.

Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong, mengatakan penutupan pemerintah Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang menopang mata uang rupiah, selain juga apiknya data ekonomi domestik.

"Pasar menilai, penutupan pemerintah AS akan memperlambat ekonominya sehingga memicu pelepasan terhadap aset berdenominasi dolar AS dan beralih ke negara dengan prospek ekonomi positif, salah satunya Indonesia," ujarnya.
Author: Khansa Padantya
-
POPULAR NEWS