Search:
Wednesday, Oct-17 2018 08:15 WIB
  • AGRI 1,499.510 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 734.210 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 508.340 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 5,800.820 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,472.150 0.000 (0.000%)
  • DBX 958.580 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,055.580 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 145.680 0.000 (0.000%)
  • IDX30 504.160 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 354.040 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 479.150 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 243.880 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 280.800 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 807.090 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,046.500 0.000 (0.000%)
  • Investor33 409.810 0.000 (0.000%)
  • ISSI 172.820 0.000 (0.000%)
  • JII 643.500 0.000 (0.000%)
  • JII70 212.560 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,172.600 0.000 (0.000%)
  • LQ45 917.410 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,487.590 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,634.960 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,908.390 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,207.430 0.000 (0.000%)
  • MNC36 328.260 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 312.260 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 404.380 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 303.760 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 346.750 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 5,800.820 0.000 (0.000%)
  • TRADE 790.220 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
BNI Kucuri Ruas Terbangi Besar-Kayu Agung Rp2,45 Triliun
Published: 11 Oct 2018 19:16 WIB


IMQ, Jakarta —  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk turut membiayai proyek jalan tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar – Kayu Agung yang hak pengelolaannya dipegang oleh PT Hutama Karya (Persero).

Bentuk kontribusi BNI terhadap pembiayaan sindikasi tersebut adalah dengan memberikan Kredit Investasi (KI) dengan maksimum kredit sebesar Rp2,45 triliun.

Direktur Bisnis Korporasi BNI, Putrama Wahju Setyawan menyampaikan, jalan tol Trans Sumatera Ruas Terbanggi Besar – Kayu Agung memiliki panjang total 189,2 km terdiri dari ruas dukungan pemerintah (Viability Gap Fund) sepanjang 83 km dan ruas yang dibangun oleh Hutama Karya sepanjang 106,2 km, dengan masa konsesi selama 40 tahun yang juga dipegang oleh Hutama Karya.

"Dari total nilai investasi pembangunan yang mencapai Rp13,57 triliun, sebesar Rp9,16 triliun (67,53%) dibiayai secara sindikasi perbankan,” ujar Putrama, melalui siaran pers pada Kamis (11/10).

Adapun, progres pekerjaan konstruksi jalan tol ini per Agustus 2018 telah mencapai mencapai 75,11%, dan diproyeksikan akan beroperasi secara komersial pada Oktober 2019.

Dalam pembiayaan sindikasi perbankan ini, BNI ditunjuk sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner (JMLAB) bersama dengan Mandiri, CIMB Niaga, PT Sarana Multi Infrastruktur dan BRI.

Selain itu, BNI juga berperan sebagai agen escrow atau penampungan.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS