IMQ, Jakarta —
Mayoritas saham di Wall Street ramai-ramai menuju zona hijau Kamis (23/2), yang membuat indeks S&P 500 mendekati level tertinggi dalam 10 bulan. Gairah beli investor ini didorong oleh membaiknya data ekonomi AS secara keseluruhan.
Data ekonomi yang rata-rata membaik, seperti harga rumah yang naik 0,7% pada Desember tahun lalu, ditambah dengan klaim tunjangan pengangguran pekan lalu yang bertahan mendekati level rendah dalam empat tahun, mampu meredam kekecewaan pasar atas mengecewakannya prospek dari Hewlett-Packard Co.
Indeks Dow Jones Industrial Average akhirnya ditutup menguat 46,02 poin, atau 0,4%, menjadi 12.984,69.
Sementara indeks S&P 500 naik tipis 5,80, atau 0,4%, menjadi 1.363,46, yang merupakan level tertinggi sejak 29 April. Untuk indeks Nasdaq Composite mencatat penguatan 23,81 poin, atau 0,8%, menjadi 2.956,98.
Di pasar lainnya, minyak mentah melonjak 1,5% pada perdagangan Kamis (23/2) dan ditutup di level tertinggi sejak Mei, menyusul kenaikan cadangan minyak AS yang lebih rendah dari perkiraan serta akibat melemahnya dolar AS.
Untuk kontrak April, minyak menguat US$1,55 menjadi US$107,83 per barel di New York Mercantile Exchange.
Melemahnya dolar biasanya membuat harga komoditas, termasuk minyak, menguat. Indeks dolar turun menjadi 78,083 dari posisi sehari sebelumnya di 79,207.
Sebelumnya, emas terus melaju Kamis (23/2) karena terdorong oleh melemahnya dolar AS dan ekspektasi bahwa bank-bank sentral di dunia akan mempertahankan kebijakan pelonggaran moneter untuk beberapa waktu ke depan.
Emas untuk pengiriman April ditutup menguat US$16,30, atau 0,9%, menjadi US$1.788,20 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange.
Sehari sebelumnya emas berada di level US$1.771,30 per ons, yang merupakan level tertinggi sejak medio November.
Investor memburu kembali emas setelah sempat melemah akibat mengecewakannya data ekonomi China dan meredanya optimisme terhadap kesepakatan bailout untuk Yunani.
Pada medio September, emas sempat menyentuh level US$1.800 per ons setelah pada akhir Agustus mencatat rekor di level US$1.891,90 per ons.
Untuk harga logam lainnya, tembaga untuk kontrak Maret turun 2 sen, atau 0,5%, menjadi US$3,81 per pons.
Perak mengikuti emas, dengan kontrak Maret menguat US$1,20, atau 3,5%, menjadi US$35,46 per ons.











