IMQ, Jakarta —
Menteri BUMN Dahlan Iskan tengah memetakan wilayah masyarakat miskin yang akan terkena dampak kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Ia meminta seluruh BUMN mengalokasikan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna membantu masyarakat kurang mampu.
Menurut Dahlan, Presiden SBY mengisyaratkan kenaikan BBM yang akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat miskin. Untuk itu, Presiden meminta BUMN menolong masyarakat kecil yang terkena dampak itu dengan mengalokasikan dana CSR-nya.
"Saya mulai memetakannya ada kemiskinan di pinggiran kota, masyarakat miskin di pinggir sungai, kawasan miskin di pinggir rel kereta, nelayan, kawasan pengunungan, serta kawasan miskin yang terdapat di daerah terisolasi," papar Dahlan dalam jumpa pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (23/2).
Setelah mengidentifikasikan wilayah masyarakat miskin, Dahlan akan menginstruksikan BUMN yang terdapat di lokasi tersebut untuk turun tangan. BUMN setempat memiliki waktu mempersiapkan kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat tersebut.
"Misalnya paket apa yang paling cocok di kawasan miskin nelayan adalah memerlukan beras, kawasan miskin persawahan memerlukan minyak goreng atau lauk pauk. Sedangkan kawasan miskin kawasan rel mungkin dilakukan pasar murah," ujarnya.
Menurutnya, dana BUMN masih bisa digerakkan lagi khusus untuk menghadapi kemungkinan kenaikan BBM. Ia mengharapkan jangan sampai ada dana CSR yang salah penggunaannya. Pada 2011, laba BUMN diperkirakan mencapai Rp120 triliun.
"Memang, Pak SBY bilang kalau mau bantu orang miskin jangan setengah-setengah. Namun, BUMN harus all out," ungkapnya.











