IMQ, Jakarta —
Isu Iran masih menjadi perhatian investor di Nymex, Rabu (22/2), dan kekhawatiran akan terjadinya gangguan pasokan minyak akibat ketegangan geopolitik antara Iran dengan Barat membuat harga minyak mentah kembali menguat.
Di awal perdagangan, minyak mentah mengalami tekanan dan berada di zona merah. Namun setelah itu minyak mulai bergerak naik dan turun terkait dengan berbagai faktor, termasuk menguatnya dolar AS.
Tapi menguatnya kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak akibat buntunya pembicaraan antara Iran dengan badan pemeriksa nuklir internasional (IAEA) memacu minyak berada di zona positif.
Minyak mentah untuk kontrak April ditutup naik tipis 3 sen menjadi US$106,28 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, emas untuk pengiriman April menguat US$12,80, atau 0,7%, menjadi US$1.771,30 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange, yang merupakan level penutupan tertinggi sejak medio November.
Yang membantu emas menguat adalah naiknya harga platinum dan palladium. Kenaikan harga ini terjadi menyusul berlanjutnya aksi unjukrasa di Afrika Selatan, yang merupakan eksportir platinum terbesar dunia.
Yunani masih tetap menjadi perhatian setelah Fitch Ratings memangkas peringkat utang pemerintah Yunani menjadi C dari sebelumnya CCC.
Sementara penguatan dolar AS ikut memberikan tekanan pada emas dan komoditas lainnya. Indeks dolar AS menguat menjadi 79,207 dari sehari sebelumnya di posisi 79,023.
Untuk logam lainnya, tembaga untuk kontrak Maret turun kurang dari 1 sen menjadi US$3,83 per pons. Perak untuk kontrak Maret melemah 18 sen menjadi US$34,25 per ons.
Sementara platinum untuk kontrak April menguat US$35,90, atau 2,1%, menjadi US$1.720,80 per ons. Palladium untuk kontrak Maret naik US$7, atau 1%, menjadi US$717,75 per ons.
Itu merupakan level penutupan tertinggi bagi platinum dan yang pertama berada di atas level US$1.700 per ons sejak akhir September. Untuk palladium, ini juga merupakan level penutupan tertinggi dalam lima bulan.











