IMQ, Jakarta —
Toyota menjanjikan kehadiran sebuah mobil konsep di ajang Geneva motor show yang sangat ramah lingkungan, karena emisi CO2 dari supermini ini jauh lebih rendah dari rata-rata model di segmen B.
Selain itu, mobil konsep imut ini juga jelas sangat irit bahan bakar. Kuncinya terletak pada mesin ganda yang digendongnya. Artinya, mobil ini bermesin hybrid, yang menggabungkan mesin konvensional dan motor listrik.
Untuk supermini konsep ini, raksasa otomotif Jepang ini memberi nama Toyota FT-Bh, yang merupakan kepanjangan dari ‘Future Toyota B-segment hybrid’.
Konsep hybrid terbaru ini memang dirancang untuk efisiensi bahan bakar maksimum dan dibangun dengan menggunakan metode dan material yang layak secara ekonomis. Dan jika konsep ini sudah masuk lini produksi, akan menjadikannya sebagai mobil hybrid terkecil di dunia.
Toyota mengklaim FT-Bh memiliki ruang kabin seluas supermini lima pintu kebanyakan, namun bobotnya kurang dari 800kg – bahkan lebih ringan ketimbang Toyota Aygo tiga pintu yang memiliki berat 890kg. Hebatnya lagi, mobil mungil ini menghasilkan emisi CO2 yang lebih rendah 50% dari rata-rata supermini yang beredar saat ini. Berdasarkan data, output CO2 dari FT-Bh hanya 65g/km.
Dalam mengembangkan FT-Bh, Toyota tidak menggunakan material yang eksotis atau teknik yang mahal, sebaliknya pabrikan ini menggunakan bahan-bahan biasa dan menggunakan metode produksi dan teknologi yang ekonomis, termasuk membekali dapur pacu yang berukuran kompak.
Untuk membangun FT-Bh, Toyota fokus pada lima faktor prinsip: bobot ringan, performa aerodinamis, efisiensi dapur pacu, manajemen energi thermal dan hemat listrik. FT-Bh diklaim 30% lebih irit daripada supermini kebanyakan.
Toyota FT-Bh akan resmi diperkenalkan di ajang Geneva pada 6 Maret. Tapi sayang Toyota belum menampakkan wujud FT-Bh secara utuh, melainkan hanya teaser yang menunjukkan bagian buritan.











