IMQ, Jakarta —
Aksi ambil untung yang dilakukan investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Rabu (22/2) mengalami koreksi dan ditutup pada area negatif.
Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan dana talangan (bailout) Yunani sudah diperkirakan oleh pasar sehingga tidak membawa dampak positif signifikan, yang terlihat dari koreksi pasar Eropa kemarin dan Dow yang hanya tutup plus tipis.
"Dari segi domestik, pelaku pasar melihat bahwa potensi kenaikan BBM pada bulan April dapat membawa efek negatif ke indeks yang akan mengambil langkah sebelum itu terjadi dengan melakukan sell off," ujarnya di Jakarta, Rabu (22/2).
Tercatat saham-saham sektor keuangan, pertambangan, properti dan industri dasar memimpin kenaikan indeks masing-masing sebesar 0,4%, 0,2% dan 0,2%.
Sedangkan sektor saham yang mengalami pelemahan antara lain sektor aneka industri sebesar 1,7%, manufaktur 0,8% dan konsumer 0,7%.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (22/2), IHSG turun 13,41 poin (0,34%) ke level 3.989,53. Sedangkan indeks LQ45 merosot 2,87 poin (0,41%) ke level 693,54.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 70.194 kali pada volume 2,618 miliar lembar saham. Sebanyak 90 saham naik, sisanya 118 saham turun, dan 87 saham tidak bergerak (stagnan).
Untuk saham yang naik signifikan (top gainers) antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat Rp1.050 ke level Rp14.000, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) menguat Rp700 menjadi Rp19.200 dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik naik Rp150 ke level Rp43.200.
Sedangkan saham yang mengalami penurunan (top losers) antara PT Astra International Tbk (ASII) merosot Rp 1.450 menjadi Rp 72.350, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.350 ke level Rp52.650 dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Tbk merosot Rp400 menjadi Rp29.550.











