IMQ, Jakarta —
Harga emas masih bergerak di kisaran $1700-an per troy ons sepanjang bulan lalu. Bertahannya harga emas di kisaran tersebut menimbulkan pertanyaan apakah emas akan mampu mencapai $1800 atau kembali tenggelam ke area $1600?
Dibandingkan dengan penutupan tahun 2011, harga emas kini telah menguat sekitar 11%. Hal ini mengindikasikan bahwa investasi atau pembelian emas masih diminati oleh para pelaku pasar global. Reli harga emas dari level $1522.5 per troy ons tertahan di level $1763 per troy ons yang merupakan level tertinggi harga emas tahun ini.
Selaras dengan hal tersebut di atas, laporan terbaru dari World Gold Council (WGC) menjelaskan bahwa permintaan emas sepanjang tahun 2011 mengalami kenaikan 0,4% year on year dengan total 4067,1 ton. Dan ini merupakan level yang tertinggi sejak tahun 1997. Yang artinya permintaan emas masih berada dalam tren naik.
Tercatat pula kenaikan pembelian emas oleh bank sentral global. Tahun 2011 lalu total pembelian emas untuk cadangan bank sentral sebesar 440 ton, naik sangat tinggi yakni 471,4% dibandingkan tahun 2010 yang hanya 77 ton. Pembelian terbesar dilakukan oleh bank sentral Meksiko yang menambah 100 ton emas dalam cadangannya. Diikuti oleh bank sentral Rusia yang mengumpulkan 95 ton emas. Di sini terlihat jelas perubahan tren dimana bank sentral kini rajin membeli emas untuk mendiversifikasi cadangannya.
Kenaikan harga emas juga akan tertopang dari kebijakan pelonggaran moneter yang sudah diterapkan oleh bank sentral dunia seperti Federal Reserve AS yang berkeinginan mempertahankan bunga rendah saat ini hingga akhir 2014 dan membuka peluang diluncurkannya pelonggaran kuantitatif ketiga, Bank of Japan yang mengucurkan tambahan dana untuk program pembelian aset sebesar 10 triliun yen, People’s Bank of China yang menurunkan rasio giro wajib minimum sebesar 0,5% atau membuka kran dana sebesar 60 miliar dollar AS, European Central Bank yang membuka kemungkinan memangkas suku bunga dan mengeluarkan berbagai program untuk melonggarkan likuiditas dan Bank of England yang menambah program pembelian asetnya sebesar 50 miliar poundsterling.
Pelonggaran moneter identik dengan melimpahnya dana dengan biaya murah dan ini tentu saja akan dimanfaatkan oleh para pelaku pasar untuk berinvestasi pada instrumen yang memberikan tingkat imbal hasil tinggi termasuk emas.
Namun krisis utang yang kini melanda Eropa dan kondisi ekonomi global yang melambat sedikit banyak membantu menahan laju kenaikan emas. Ini salah satu penyebab mengapa harga emas bergerak dalam kisaran $1700-an bolak balik dalam kurun waktu yang cukup lama setelah menyentuh level tertinggi $1763 per troy ons bulan lalu.
Bila kita menganalisa kekuatan tren dengan indikator Guppy Multiple Moving Average (GMMA) pada pergerakan emas mingguan, terlihat bahwa kenaikan harga emas masih tertopang. Hal ini ditunjukkan dengan masih melebarnya jarak antar garis moving average pada grup investor (warna biru).
Harga emas kini bertengger dalam rentang $1704-1763 per troy ons. Batas-batas rentang tersebut menjadi level-level tahanan yang cukup penting untuk pergerakan harga emas selanjutnya. Bila harga emas berhasil melampaui batas atas, target harga emas selanjutnya adalah di kisaran $1795-1802 per troy ons, di mana pada level tersebut sebelumnya terjadi koreksi harga setelah harga mencapai level itu. Sebaliknya penembusan level $1704 ke bawah, akan berpotensi membawa harga emas kembali ke level $1667-1680 per troy ons.











