IMQ, Jakarta —
Sama seperti pabrikan mobil Jepang lainnya yang memiliki kinerja keuangan buruk, Mazda Motor juga kemungkinan akan mencatat kerugian hingga 100 miliar yen (Rp883 miliar). Untuk menutup kerugian, itu Mazda akan menerbitkan saham baru.
Kabar tak sedap sontak mengagetkan pasar, sehingga saham Mazda anjlok lebih dari 14% menjadi 138 yen pada perdagangan Selasa (21/2).
Mazda Motor saat ini membutuhkan dana segar setelah mereka mengalami tekanan akibat menguatnya yen Jepang dan lesunya permintaan global, demikian laporan televisi NHK.
Pabrikan mobil terbesar kelima di Jepang ini juga akan menerima pinjaman subordinasi senilai 70 miliar yen dari sejumlah bank.
Dengan tambahan modal itu, Mazda berencana membangun pabrik dan mendongkrak keberadaan merek ini di pasar mancanegara, terutama di negara-negara berkembang, seperti Meksiko.
Menguatnya yen belakangan ini membuat sejumlah pabrikan Jepang kelimpungan, tak terkecuali Mazda yang akan membangun pabrik baru di Meksiko dan Rusia.
Mazda, bersama dengan pabrikan Jepang lainnya, juga menghadapi anjloknya penjualan global akibat lesunya permintaan dari Eropa, yang kini dilanda krisis utang.
Selain itu, banjir yang membenamkan sebagian wilayah Thailand tahun lalu, yang menjadi lokasi berbagai pabrik otomotif dunia, juga memicu gangguan pasokan global, setelah Jepang baru pulih dari dampak gempa dan tsunami pada Maret.











