IMQ, Jakarta —
Penguatan harga komoditas khususnya sektor energi dan metal diperkirakan akan menjadi sentimen positif untuk saham-saham sektor pertambangan.
Analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro mengatakan menguatnya harga komoditas dengan minyak melonjak 2,5% ke level US$105,8 per barel, diikuti harga metal dunia seperti nikel naik 2,4% dan timah 2,9% akan memacu menguatnya saham-saham sektor pertambangan.
"Namun, IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah seiring pergerakan bursa regional, dengan support indeks berada pada level 3.980," ulasnya di Jakarta, Rabu (22/2).
Sementara pada pembukaan sesi I perdagangan Rabu (22/2), IHSG melemah 10,12 poin (0,25%) ke level 3.992,82. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 turun tipis 2,39 poin (0,34%) ke level 694,03.
Untuk bursa regional, bursa AS ditutup flat semalam meski sempat dibuka menguat pada awal perdagangan yang memfaktorkan pemberian bailout Yunani oleh Uni Eropa.
Namun, di pertengahan sesi, bursa AS mengalami tekanan aksi ambil untung setelah indeks S&P dan Dow menembus level tertinggi sejak 2008.
Selain itu, pada bursa Asia dibuka mendatar dengan kecenderungan melemah tipis seiring sentimen negatif dari bursa AS yang gagal bertahan pada level tertinggi sejak 2008.











