IMQ, Jakarta —
PT Askrindo Persero berhasil membukukan laba setelah pajak sepanjang 2011 sekitar Rp131,55 miliar ,bila dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya yang merugi Rp191,10 miliar.
Menurut Direktur Utama Askrindo Antonius Chandra, pencapaian ini didukung oleh meningkatnya jumlah premi bruto sekitar 69,72% dari Rp330,10 miliar pada periode 2010 menjadi Rp560,32 miliar. Pertumbuhan yang sama juga ditunjukkan oleh kenaikan pendapatan premi netto 68,55% menjadi Rp530,141 miliar.
Perseroan juga berhasil membukukan pendapatan dari underwriting sekitar Rp447,046 miliar. Angka ini mengalami kenaikan 46,12% dibanding dengan periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp305,94 miliar. Artinya, hasil underwriting perseroan sepanjang tahun lalu tercatat Rp159,276 miliar bila dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya yang rugi hingga Rp114,67 miliar.
"Askrindo berhasil menurunkan beban klaim dari Rp441,627 miliar, kini tercatat Rp268,012 miliar," kata Antonius dalam publikasinya di Jakarta, Rabu (22/2).
Sepanjang 2011, Askrindo menempatkan portofolionya di depositi sebanyak Rp2,570 triliun, saham Rp24,241 miliar, obligasi sekitar Rp42,964 miliar, SB dijamin pemerintah Rp1,038 miliar, reksadana Rp34,355 miliar, serta penyertaan langsung Rp184,692 miliar.
"Bila dijumlahkan seluruh investasi kami sebesar Rp2,857 triliun, atau mengalami kenaikan sekitar 43,35% dibanding dengan periode tahun sebelumnya Rp1,993 triliun," tuturnya.











