Search:
Wednesday, Oct-17 2018 08:12 WIB
  • AGRI 1,499.510 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 734.210 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 508.340 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 5,800.820 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,472.150 0.000 (0.000%)
  • DBX 958.580 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,055.580 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 145.680 0.000 (0.000%)
  • IDX30 504.160 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 354.040 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 479.150 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 243.880 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 280.800 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 807.090 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,046.500 0.000 (0.000%)
  • Investor33 409.810 0.000 (0.000%)
  • ISSI 172.820 0.000 (0.000%)
  • JII 643.500 0.000 (0.000%)
  • JII70 212.560 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,172.600 0.000 (0.000%)
  • LQ45 917.410 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,487.590 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,634.960 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,908.390 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,207.430 0.000 (0.000%)
  • MNC36 328.260 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 312.260 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 404.380 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 303.760 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 346.750 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 5,800.820 0.000 (0.000%)
  • TRADE 790.220 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
PPRE Optimistis Raih Pendapatan Rp4,9 Triliun
Published: 28 Aug 2018 07:26 WIB


IMQ, Jakarta —  Emiten konstruksi terintegrasi, PT PP Presisi Tbk (PPRE) hingga akhir tahun optimistis meraih pendapatan mencapai Rp4,9 triliun.

Direktur Keuangan PPRE, Benny Pidakso mengatakan pada semester I-2018 pendapatan perseroan tercatat Rp1,33 triliun, atau 27 persen dari target, hal yang wajar pada industri konstruksi yang memiliki siklus pendapatan yang meningkat di kuartal keempat.

"Pendapatan PPRE melonjak 360 persen di semester I-2018 menjadi Rp1,33 triliun dari peride yang sama tahun sebelumnya senilai Rp290 miliar. Pertumbuhan ini tertinggi dibandingkan emiten konstruksi lainnya, termasuk pemegang saham mayoritas perseroan, PT PP Tbk (PTPP) maupun BUMN konstruksi lainnya," katanya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, segmen pendapatan yang berkontribusi paling besar adalah pekerjaan sipil 76 persen dari total pendapatan, sedangkan laba bersih meningkat 418 persen menjadi Rp146,13 miliar dari sebelumnya Rp28,17 miliar.

"Dengan pencapaian kinerja keuangan perseroan yang sangat baik, tentunya ini menguntungkan bagi investor kami," ujarnya.

Adapun target kontrak baru 2018 perseroan senilai Rp7,5 triliun, di mana pada semester I-2018, PPRE telah mencatatkan kontrak baru Rp3,1 triliun.

Sebagian besar kontrak baru yang diperoleh berasal dari sektor swasta dan di bidang pertambangan.

"Ini seiring transformasi bisnis yang dilakukan yaitu peningkatan engineering capacity dari coal hauling menjadi jasa pertambangan terintegrasi, serta memasuki bisnis dredging secara organik melalui kerjasama dengan BUMN lainnya," ujar Benny.

Lebih lanjut, tambahan kontrak baru yang diperoleh perseroan selama Juli 2018 senilai Rp421,2 miliar yang sebagian besar merupakan kontrak proyek runway Bandara Soetta Terminal 3-section 1 dan pekerjaan sipil ruas tol Gempol Pasuruan.

Dengan kontrak baru tersebut maka order book yang dihadapi PPRE pada Juli 2018 adalah senilai Rp12,5 triliun.

Untuk proyek-proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan saat ini antara lain Tol Bakauheni-Sidomulyo, Tol Pandaan-Malang, Tol Manado-Bitung, Bendungan Way Sekampung, Bendungan Leuwi Keris.

Sementara proyek-proyek sipil yang akan dimulai adalah Proyek Runway 3 Bandara Soekarno Hatta seksi 1 dan 2.

Dalam menghadapi peningkatan orderbook tersebut ujar Benny, perseroan meningkatkan kapasitasnya dengan pembelanjaan alat-alat berat antara lain dump truck bertambah hampir 600 unit dalam setengah tahun 2018, sedangkan mixer truck bertambah hampir 30 unit.

Hingga Juni 2018 total armada bergerak mencapai 2.295 unit dengan rata-rata umur 1,88 tahun.
Author: Irwen Azhari
-
POPULAR NEWS