IMQ, Jakarta —
Pemerintah mengisyaratkan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berpeluang memiliki delapan anak perusahaan sehubungan dengan rencana pembangunan tol Sumatera. Anak perusahaan ini didirikan bersama Pemerintah Daerah (pemda) lima provinsi.
"Saya minta Jasa Marga untuk mengembangkan diri ke Sumatera untuk membangun jalan tol," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (21/2).
Menurutnya, apabila Sumatera memiliki jalan tol dan listrik yang cukup maka pertumbuhan ekonomi diperkirakan berkembang pesat. Pembangunan jalan tol itu telah disetujui oleh seluruh Gubernur di wilayah Sumatera dengan penandatanganan Nota Kesepahaman bersama Gubernur Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pembangunan jalan tol Sumatera yang telah disetujui sepanjang 1.000 kilometer yang dimulai pada tahun ini. Secara fisik, pembangunan dimulai di Padang - Bukit Tinggi dan Medan - Kuala Namu. Pembebasan lahannya pun sudah dilakukan kendari belum tuntas. Sementara, untuk daerah lainnya masih menunggu pembebasan lahan.
"Nantinya, kita bentuk PT Jasa Marga Sumatera Selatan dengan kepemilikannya JSMR dan pemda Sumsel, PT Jasa Marga Aceh, PT Jasa Marga Sumatera Utara, PT Jasa Marga Riau, PT Jasa Marga Lampung, dan PT Jasa Marga Sumatera Barat,, Bengkulu dan Jambi juga" tuturnya.
Ia memaparkan jalan tol Sumatera akan memiliki dua kelas, yakni dibangun dengan full standard jalan tol. Untuk ruas jalan tol tertentu yang jumlah lalu lintas dengan jumlah kendaraan masih sedikit akan dibangun high grade highwats (HGH).
"Ini semacam jalan tol, namun jalurnya tidak wajib empat jalur. Lahan sudah disiapkan untuk empat jalur," ungkapnya.
Ia mengharapkan Jasa Marga akan mengurus keperluan administrasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Ia optimistis pembangunan ini membawa dampak positf bagi perekonomian Sumatera.











