IMQ, Jakarta —
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengusulkan untuk membubarkan anak perusahaan PT Pertamina Persero, Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Pembubaran ini semata-mata guna menjaga citra Pertamina sehubungan dugaan penyelewengan tender minyak di tubuh Petral.
"Saya sudah melakukan pembicaraan dengan Dirut Pertamina [Karen Agustiawan] mengenai Petral Jumat lalu. Pertamina sering terganggu citra dan GCG-nya sehingga usulnya adalah membubarkan Pertal," ungkap Dahlan di kantor Kementerian BUMN, Selasa (21/2).
Menurutnya, citra Pertamina terganggu menyusul isu Petral dijadikan tempat korupsi dan bagi-bagi jatah untuk beberapa orang. Usulan pembubaran Pertal pun disetujui oleh Dirut Pertamina dengan syarat tugas dan tanggung jawab Petral tidak diserahkan kepada jajaran direksi Pertamina.
Pada waktu dikelola oleh Pertamina, tugas membeli minyak mentah untuk diolah kembali oleh perusahaan migas ini serta membeli bahan bakar minyak (BBM) menjadi tanggung jawab penuh oleh Pertamina. Untuk itu, Dirut Pertamina menolak pengalihan tugas Petral kepada Pertamina.
"Bila tugas-tugas di Pertal diserahkan ke direksi Pertamina, takutnya direksi di Pertamina akan terganggu kinerjanya," ujar Dahlan Iskan menirukan jawaban Karen.
Apabila direksi Pertamina tidak berkenan mengambil tanggung jawab Petral, Dahlan memberikan usulan agar PT Perusahaan Perdagangan Indonesia Persero dapat mengelola perusahaan yang berbadan hukum di Singapura tersebut. Usulan ini baru sebatas pembicaraan antara Menteri BUMN dan Dirut Pertamina.
"Saya belum membicarakannya dengan manajemen PPI. Ini baru gagasan saja. Yang jelas, Pertamina ingin melepas Petral," urainya.
Petral merupakan anak usaha Pertamina yang didirikan berdasarkan Companies Ordinance Hong Kong dengan kepemilikan saham 99,83%. Pertal melakukan kegiatan ekspor dan impor minyak, serta market intelligent bagi Pertamina.
Sepanjang 2011, Petral telah membukukan laba bersih unaudited sebesar US$47,5 juta atau naik 53% dibandingkan dengan laba bersih sebelumnya. Selama tahun itu, Petral merealisasikan volume perdagangan minyak mentah dan produk sebanyak 266,42 juta barel.











