IMQ, Jakarta —
PT Indofarma Tbk (INAF) pada tahun ini menyiapkan dana investasi senilai Rp100 miliar untuk peningkatan kapasitas produksi jenis obat generik menjadi 4,6 hingga 5 miliar tablet per tahun dibanding kapasitas saat ini sekitar 2,3 miliar tablet per tahun.
Direktur Utama INAF Djakfarudin Junus mengatakan peningkatan kapasitas produksi ini dilakukan sebagai persiapan diterapkannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pada 2014 mendatang.
“Untuk jenis obat generik akan ditingkatkan lebih dari dua kali lipat dibanding kapasitas saat ini sekitar 2,3 miliar tablet per tahun,” ujarnya sela penandatanganan brand ambassador di Jakarta, Selasa (21/2).
Menurut Djakfarudin, penambahan kapasitas produksi obat generik ini didorong hampir 80% kinerja penjualan perseroan bertumpu pada kinerja sektor bisnis tersebut.
Selain itu kebutuhan pasar domestik terhadap obat generik diprediksi akan melonjak hingga tiga kali lipat dari posisi saat ini baru sebesar 8%.
“Penggunaan obat ini masih cukup rendah pada masyarakat Indonesia, di mana dari jumlah konsumsi obat nasional per tahun total penggunaan obat generik baru mencapai 8%,” ulasnya.
Menurutnya, keengganan masyarakat menggunakan obat generik karena dipersepsikan sebagai obat murah, padahal faktor rendahnya harga obat ini tidak ada hubungannya dengan kadar kualitas obat.
“Rendahnya harga obat generik ini merupakan upaya pemerintah agar seluruh masyarakat dapat memperoleh obat-obat berkualitas dengan harga yang terjangkau tanpa dibebani biaya-biaya seperti kemasan premium, biaya promosi dan lain sebagainya,” ulasnya.











