IMQ, Jakarta —
Di saat bursa regional bergelimpangan, seperti indeks Nikkei turun 30,98 poin (0,33%) dan Hang Seng anjlok 100,8 poin (0,47%), bursa Indonesia justru berhasil ditutup menguat pada sesi I, Selasa (21/2).
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan penguatan indeks ini didorong oleh naiknya saham-saham berbasis energi dan logam serta saham berbasis perbankan.
"Selain itu, energi positif IHSG didorong munculnya beberapa laporan keuangan Q4-2011 emiten dan naiknya harga minyak mentah setelah Iran mengancam akan menghentikan pasokan ke negara Eropa lainnya selain Inggris dan Prancis," ujarnya di Jakarta, Selasa (21/2).
Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (21/2), IHSG turun 18,34 poin (0,46%) ke level 3.998,59. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 menguat 1,97 poin (0,28%) ke level 695,99.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 61.340 kali pada volume 1,602 miliar lembar saham.
Sebanyak 103 saham naik, sisanya 67 saham turun dan 116 saham tidak bergerak (stagnan).
Untuk saham yang menguat signifikan (top gainers) antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat Rp2000 ke level Rp12.800, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) menguat Rp1.800 menjadi Rp17.800 dan Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) naik Rp600 menjadi Rp4.800.
Sedangkan saham yang mengalami penurunan (top loosers) antara lain PT Indo Tambangraya Raya Tbk(ITMG) turun Rp250 ke level Rp43.150, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) anjlok Rp200 menjadi Rp8.800 dan PT Harum Energy Tbk (HRUM) turun Rp100 menjadi Rp8.700.











