IMQ, Jakarta —
Lembaga pemeringkat Standard & Poor's Corp. awal pekan ini menegaskan kembali mengenai peringkat utang pemerintah Jepang yang tetap berada di posisi ‘AA-‘.
Namun, S&P memperingatkan bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk menurunkan peringkat jangka panjang dan jangka pendek rating Jepang jika pemerintah negeri sakura ini gagal mengatasi masalah utangnya.
Menurut lembaga pemeringkat ini, pihaknya akan memonitor upaya yang dilakukan Tokyo untuk memperbaiki posisi fiskalnya, termasuk proposal untuk menaikkan pajak penjualan.
S&P mengatakan pihaknya akan mempertahankan outlook negatif terhadap peringkat utang pemerintah Jepang, yang mengacu pada lemahnya kebijakan pemerintah, defisit fiskal, deflasi, penurunan jumlah penduduk dan tingginya beban utang.











