IMQ, Jakarta —
Saham berbasis komoditas diperkirakan kembali menguat seiring penguatan harga komoditas.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Yualdo Yudoprawiro mengatakan harga komoditas bergerak menguat semalam merespon kebijakan moneter China, diiringi dengan harga minyak yang naik ke level US$104,7 per barel dan harga metal menguat sekitar 0,7% setelah selama sepekan terakhir terkoreksi sekitar 7%.
"Indeks akan bergerak pada kisaran 3.965-4.000," ujarnya di Jakarta, Selasa (21/2).
Pada pembukaan sesi I perdagangan Selasa (21/2), IHSG menguat 5,48 poin (0,14%) ke level 3.985,733. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 naik 1,40 poin (0,20%) pada level 695,427.
Untuk bursa regional, bursa Eropa ditutup menguat sekitar 1% memfaktorkan sentimen positif dari pemotongan GWM China sebesar 50 basis poin (bps) dan antisipasi pertemuan menteri keuangan Uni Eropa yang akan memutuskan pemberian bailout bagi Yunani.
Sedangkan bursa Asia bergerak mixed seiring minimnya sentimen baru dan masih mengantisipasi keputusan bailout Yunani yang diperkirakan akan diumumkan nanti malam.
Selain itu, Bank Sentral Australia juga mempertahankan suku bunganya, seiring ekspektasi berkurangnya efek perlambatan ekonomi di Eropa.











