IMQ, Jakarta —
Day trader dibuat frustrasi oleh perilaku pasar yang merespon dingin sentimen positif dari China dan Eropa. Saham index mover seperti Astra dan perbankan masih tampak tertekan dan bergerak zig-zag, sekalipun mampu bertahan hingga tutup bursa kemarin.
Untuk hari ini, situasinya mungkin tidak berbeda jauh dari kemarin karena tidak ada petunjuk dari Wall Street yang tutup semalam. Pertemuan Menkeu Eropa juga belum memberi keputusan atas pencairan bailout fund untuk Yunani, walaupun dikabarkan telah mendekati final.
Setelah diskusi selama tujuh jam, para Menkeu kabarnya telah menemukan cara untuk menekan rasio utang Yunani menjadi sekitar 124% pada 2020, namun tetap membutuhkan ekstra budget cutting untuk amannya.
Pasca approval pencairan dana bailout ini, ada sejumlah agenda penting lain yang ditunggu pasar.
Pertemuan Menkeu dan Gubernur bank sentral negara-negara G-20 akan diadakan pada 24-26 Februari di Mexico. Pertemuan ini akan membahas soal penggalangan dana untuk IMF.
Kabarnya mereka bersedia menambah dana hanya jika Eropa menjalankan peran ESM dan EFSF secara paralel agar kapasitas bailout dan penjaminan menjadi besar. Permintaan G-20 ini akan dibahas untuk disetujui tidaknya dalam EU Summit 1-2 Maret mendatang.
Sambil menunggu agenda-agenda tersebut tuntas dibahas, masih arahkan fokus investor kepada saham-saham terkait energi seperti PTBA, INDY, HRUM, ITMG, BWPT, SIMP atau AALI terkait terus naiknya harga crude oil.
Lalu perhatikan juga saham-saham konstruksi seperti PTPP, ADHI, WIKA, TOTL atau alat berat seperti UNTR & INTA seiring dengan kabar keluarnya juklak UU Pengadaan Lahan yang makin dekat. Draft Peraturan Pemerintah telah dibawa ke Mensesneg pekan lalu untuk dilakukan review sebelum diteken oleh Presiden.











