IMQ, Jakarta —
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan pendapatan pada tahun ini sekitar Rp15 triliun. Angka ini mengalami pertumbuhan 42,85% dibanding periode tahun lalu yang sebesar Rp10,5 triliun.
"Kenaikan ini ditopang oleh volume penjualan yang diperkirakan sebanyak 18,6 juta ton dengan produksi 16,3 juta ton," kata Direktur Utama PTBA Milawarma saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Senin (20/2).
Menurutnya, kenaikan volume penjualan ini ditunjang oleh kenaikan pengangkutan batubara kereta api. Adapun hampir 95% pengangkutan perseroan dilakukan oleh kereta api. Volume penjualan perseroan pada tahun lalu diperkirakan naik 5%.
"Dengan adanya pertumbuhan, maka kami memperkirakan laba bersih tahun ini sekitar 20%," tambahnya.
Tahun lalu, sambungnya, PTBA optimistis meraup laba bersih sekitar 50% atau Rp3 triliun dibanding dengan periode tahun sebelumnya sebesar Rp2,008 triliun. Peningkatan laba yang cukup signifikan berkat pertumbuhan ekonomi Indonesia 6%, volume penjualan 5%, serta efisiensi biaya.
Selain itu, perseroan juga mengalokasikan belanja modal (capex) untuk kebutuhan organik sekitar Rp1,4 triliun. Dana ini berasal dari internal. Sementara capex untuk anorganik tergantung pada pengembangan perseroan.
"Di anorganik kita membangun pelabuhan, sarana produksi tambang dengan peningkatan pelabuhan di Lampung menjadi 2 kali lipat, pembangunan PLTU di Tanjung Enim 3x10 megawatt di mulut tambang, dan di pelabuhan 2x8 MW di luar mulut tambang," ungkapnya.











