IMQ, Jakarta —
Turunnya tiga sektor saham, yaitu perkebunan, konsumer dan manufaktur membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I, Senin (20/2), harus ditutup di zona merah.
“Investor menunggu momentum pertumbuhan ekonomi yang akan terjaga meski Eropa tengah dilanda krisis,” ujar Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono di Jakarta, Senin (20/2).
Pada perdagangan siang ini, tercatat hanya dua sektor sektor saham yang mengalami kenaikan, yakni infastruktur dan pertambangan masing-masing sebesar 1% dan 0,3%.
Sedangkan sektor yang mengalami penurunan dipimpin oleh sektor perkebunan 0,9%, konsumer 0,5% dan manufaktur 0,5%.
Sementara pada penutupan perdagangan sesi I Senin (20/2), IHSG turun 2,76 poin (0,07%) ke level 3.973,77. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 menipis 0,24 poin (0,04%) ke level 692,14.
Perdagangan berjalan dengan frekuensi transaksi mencapai 51.02 kali pada volume 2,461 miliar lembar saham.
Sebanyak 81 saham naik, sisanya 104 saham turun dan 105 saham tidak bergerak (stagnan).
Untuk saham-saham yang mengalami kenaikan (top gainers) antara lain PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat Rp2.000 ke level Rp39.000, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1200 ke level Rp43.000 dan PT Harum Energy Tbk (HRUM) naik Rp350 menjadi Rp8.900.
Sedangkan untuk saham-saham yang mengalami pelemahan (top losers) antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp350 menjadi Rp22.350, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) merosot Rp350 menjadi Rp15.000 dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp300 ke level Rp54.350.











