IMQ, Jakarta —
Sektor komoditas diperkirakan akan mendapat sentimen positif dari tambahan likuiditas di China.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Yualdo Yudoprawiro mengatakan di Jakarta, Senin (20/2), pemerintah China menurunkan reserve requirement ratio (GWM) sektor perbankan sebanyak 50 basis poin (bps) menjadi 20,5% sebagai langkah stimulus moneter untuk menghindari perlambatan ekonomi.
"Langkah ini diperkirakan akan menambah likuiditas ke sistem finansial China sekitar 350 miliar yuan," terangnya.
Untuk itu, katanya, IHSG diperkirakan akan bergerak menguat seiring penguatan bursa regional.
"Resistance indeks berada di level 4,016" ujarnya.
Pada pembukaan Senin (20/2), IHSG menguat 14,688 poin (0,37%) ke level 3.991,230. Sedangkan indeks saham unggulan LQ 45 naik 3,903 poin (0,56%) ke level 696,299.
Untuk bursa regional, bursa AS dan Eropa ditutup relatif menguat seiring optimisme Yunani akan mendapatkan dana bailout senilai 130 miliar euro dari Uni Eropa dan positifnya rilis data ekonomi AS selama sepekan lalu.
Kabar dari China yang menyatakan akan turut membantu penyelesaian krisis utang Eropa juga menjadi sentimen positif akhir pekan lalu.











