IMQ, Jakarta —
Mengawali awal pekan ini, Senin (20/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatannya dengan support-resistance pada level 3.944-4.008.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan penguatan indeks ini mengacu pada menariknya valuasi beberapa saham berkapitalisasi besar seperti saham perbankan dan PT Astra International Tbk (ASII).
Selain itu, harga komoditas energi dan pertambangan dalam jangka pendek juga berpeluang mengalami penguatan akibat tindakan pemotongan giro wajib (Reserve Requirement) 50 basis poin menjadi 20,5% oleh The People's Bank of China (PBOC) serta penghentian penyaluran mintak ke Inggris dan Prancis yangg berpotensi mengurangi pasokan ke 2 negara tersebut sebesar 300.000 barel per hari.
"Ini tentunya akan mendorong saham berbasis energi seperti PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Adaro Energy Tbk (ADRO) serta berbasis mining seperti PT Timah Tbk (TINS) berpotensi diincar pelaku pasar," terangnya.
Sementara itu, Senior research HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan meskipun IHSG berhasil tutup diatas resistance 3.963, namun pelemahan Rupiah yang menutup akhir pekan lalu diatas 9.040 menjadi "wildcard" yang dapat membuat kenaikan diatas level psikologis tidak bertahan lama dan memicu profit taking mendadak untuk kembali terkoreksi ke 3.900
"Dalam keadaan pasar seperti ini lebih bijak melakukan trading jangka pendek dengan buy on weakness dan sell on strenght dalam kisaran trading range atau band harga tertentu," ujarnya.











