IMQ, Jakarta —
PT Semen Gresik Tbk (SMGR) mengganggarkan investasi senilai Rp500 miliar dalam upaya pengelolaan pengamanan pasokan batubara dengan membentuk anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan batubara, yaitu PT SGG Energi Prima.
Dalam keterangan resminya yang dikutip IMQ, di Jakarta, Minggu (19/2), Dirut SMGR Dwi Soetjipto mengatakan seiring dengan tuntutan penyediaan bahan bakar batubara yang semakin meningkat, baik dari segi kualitas, kuantitas maupun kontinuitas, perseroan dihadapkan pada pengamanan pasokan energi panas dan energi listrik secara grup.
“Dalam perjalanan, proses pengembangan perseroan mengambil langkah strategis dengan mendirikan anak usaha di bidang batubara,” ujarnya.
Anak usaha SMGR, PT SGG Energi Prima ini direncanakan melakukan kegiatan usaha antara lain kegiatan penambangan batubara, kegiatan transportasi batubara, kegiatan perniagaan batubara dan derivatifnya dan kegiatan pengembangan antara lain kerjasama dengan perusahaan pertambangan lainnya dan pencarian lahan batubara baru.
Secara grup, total kebutuhan batubara perseroan saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton per tahun, di mana dengan pengoperasian dua pabrik baru pada 2012 yaitu Tuban IV yang direncanakan akan beroperasi pada triwulan I dan Tonasa V pada triwulan II 2012, perkiraan kebutuhan batubara mencapai 4 juta ton per tahun.
Untuk pasokan batubara Semen Gresik Grup saat ini sekitar 30%, di antaranya jenis batubara berkalori tinggi, sementara 70% sisanya berkadar low dan medium kalori.
Sejalan dengan fluktuasi harga komoditas, terutama jenis batubara berkalori tinggi di pasar internasional, SMGR dalam kurun waktu 2 tahun mendatang akan mengurangi kebutuhan batubara berkalori tinggi.
"Kami juga memikirkan bagaimana cara mengendalikan biaya operasional agar perseroan tetap memperoleh keuntungan. Harga batubara high calorie lebih tinggi sekitar Rp300 ribu per ton dibandingkan dengan low dan medium calorie. Arahnya kami akan kurangi batubara berkalori tinggi ini,” ujarnya.











