IMQ, Jakarta —
Harapan pasar terhadap potensi kesepakatan Yunani akan mendapatkan bailout senilai 130 miliar Euro memberikan potensi dukungan bagi menguatnya harga minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) untuk kembali menguat.
Research dan Analysis Division PT Monex Investindo Futures Ariana Nur Akbar mengatakan secara garis besar pergerakan harga CPO untuk pekan depan ataupun beberapa pekan ke depan masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat.
"Selain faktor Yunani, adanya kekhawatiran musim kemarau untuk kedelai di Amerika Selatan juga memberikan potensi dukungan bagi menguatnya harga CPO," ujarnya di Jakarta, Minggu (19/2).
Ariana menambahkan optimisme pasar mungkin masih belum berhenti, di mana adanya ekspektasi kuota diturunkannya atau pembebasan pajak dari Malaysia bisa saja memberikan dukungan.
"Ke depannya, faktor kuat kekhawatiran krisis Eropa yang mungkin menghadang yang diimbangi oleh ekspektasi pembebasan tarif ekspor dari Malaysia sepertinya akan berdampak kuat terhadap pergerakan harga," ulasnya.
Sementara mengenai potensi harga CPO, menurut Arina, kisaran support-nya akan berada pada Ringgit Malaysia (RM)3174 hingga RM3146.
Sedangkan untuk pergerakan naiknya, kisaran resistance berada pada Ringgit Malaysia (RM) 3245 dan RM3405.











