IMQ, Jakarta —
Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) meluncurkan fitur baru, berupa perhitungan dan yield Efek Beragun Aset (EBA).
Fitur baru diberi nama IBPA-ABS Calculator. Alat ini memiliki fungsi dalam sistem Bond Information & Pricing Services (BIPS) untuk menentukan performa dari instrumen dalam EBA-KPR berdasarkan parameter EBA yang meliputi rate KPR, tingkat imbal hasil (yield) dan harga.
EBA KPR merupakan efek hasil sekuritisasi atas kumpulan tagihan dari portofolio KPR yang terpilih yang dibeli oleh penerbit EBA dari kreditur awal pemilik taguhan KPR.
EBA ABS Calculator adalah modul dengan fitur untuk melakukan simulasi perhitungan parameter suatu instrumen EBA yang meliputi, duration and modified duration, convexity, periode perkiraan jatuh tempo, imbal hasil yang diharapkan dan harga.
Pada IBPA ABS Calculator, prepayment terhadap EBA sebelum tanggal jatuh tempo akan terus diperbarui sesuai dengan laporan prepayment dari bank kustodian pada setiap periode pembayaran kupon sehingga perhitungan harga atau yield EBA menjadi lebih akurat.
IBPA ABS Calculator juga menghitung Estimated Time To Maturity (TTM) yang diperoleh dari daya historis prepayment. Dengan mengetahui hal itu dapat diketahui perkiraan periode EBA tersebut akan jatuh tempo.
IBPA ABS Calculator juga menampilkan informasi Remaining Outstanding dari setiap EBA, yaitu jumlah sisa EBA yang masih belum jatuh tempo. Remaining Outstanding pada IBPA ABS Calculator akan terus diperbarui pada setiap periode pembayaran kupon.
Sampai dengan 17 Februari 2012 tercatat 4 EBA berbasis KPR yang telah dievaluasi oleh IBPA. Keempat seri EBA KBR yang tercatat di BEI tersebut bertipe fixed rate, dengan total outstanding Rp1,38 triliun. Seluruh EBA KPR tersebut memiliki peringkat investment grade tertinggi, yakni 'idAAA' dari Pefindo.
Hingga periode tersebut, IBPA juga telah menerbitkan valuasi HPW dari 59 seri instrumen SBN, 16 seri SPN, dan 14 serti SBSN dalam denominasi Rupiah dengan total Rp735,45 triliun. Jumlah ini setara dengan 100% dari seluruh instrumen SBN, SPN, dan SBSN yang diperdagangkan di seluruh pasar sekunder.











