IMQ, Jakarta —
Menjelang Senin (20/2) libut menyambut Presidential Day di Wall Strteet dan pertemuan Menteri Keuangan Zona Euro, indeks Dow Jones tertinggi selama 3,5 tahun terakhir dengan membukukan kenaikan 45,79 poin (0,35%) ditutup mendekati level psikologisnya 13.000.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebanyak mengungkapkan pencapaian Dow Jones dipacu oleh optimisme pencairan dana talangan utnuk Yunani sebagai cara menghindari kebangkrutan setelah Jerman menyerah atas rencana menekan Yunani serta naiknya Leading Indicator Januari tertinggi selama 3,5 tahun terkahit dan naiknya CPI Januari akibat naiknya harga BBM.
"Dengan kenaikan tersebut selama sepekan indeks Dow menguat 59,36 poin (0,46%), dibandingkan dengan penutupan tahun lalu di mana Dow telah menguat 732,31 poin (6%)," kata Edwin dalam risetnya, Sabtu (18/2).
Ia menerangkan Bursa Indonesia dalam sepekan juga mengalami kenaikan 2,45 poin (0,06%), dan dibandingkan dengan posisi penutupan akhir tahun lalu, IHSG sudah menguat 157 poin (4,1%).
Secara umum, jika dibandingkan dengan beberapa bursa regional, dan jika melihat pada level penutupan 2011 dengan level penutupan pada Jumat (17/2), performa IHSG yang terburuk. IHSG hanya naik 4,19%, sedangkan Nikei naik 119%, SIngapote Indeks 13,3%, Hangseng 16,5%, serta Dow 6%.
"Dengan pencapain ini, IHSG pada pekan depan akan dipengaruhi oleh berita regional," ujarnya.
Tantangan dan pertanyaan yang terbesar adalah apakah Menteri Keuangan Zona Euro menyetujui pencairan dana bailout untuk Yunani karena berdasarkan data ekonomi dan laporan keuangan kuartal IV 2011 yang akan dirilis di AS sangat ringan.











